Health

Selasa, 22 Mei 2012

SERI KISAH BUNIAN : HIKAYAT KUNTILANAK



Tempat kerja Abu Abu berantakan sekali, sehingga mau tidak mau ia harus berkemas-kemas dan merapihkan tempat kerja nya. Ruang kerja itu sendiri tidak besar, hanya 3X4 M2. Di ruangan itu hanya berisi meja komputer, lemari cabinet dari plastik dan seperangkat soundsystem yang terbaru. Untuk pendingin ruangannya dia menggunakan kipas angin putar.. karena Abu Abu tidak tahan dengan pendingin AC, apalagi jika sedang merokok.

Setelah di pel dan di sapu serta barang-barang yang tercecer di simpan pada tempatnya, Abu-Abu duduk sambil mengusap keringat di tubuhnya..

Terdengar suara dering dalam format lagu dari HP nya…. Kemudian diangkat dan ia segera mengucapkan salam. si penelpon segera membalas salam yang diucapkan oleh Abu Abu..

Ternyata Budiman yang menelpon Abu Abu….

“Ada dirumah bang..?” Tanya Budiman setelah berbasa-basi sebentar dengan Abu Abu.

“Ada.. saya tidak kemana-mana, Man..”

“Bolehkah, saya mampir bang ?”

“Boleh.. tentu saja, Man…”, Abu Abu mempersilahkan Budiman untuk berkunjung ke rumahnya.

Selang beberapa waktu, Budiman datang berdua dengan seorang temannya dan mereka dipersilahkan duduk di ruang kerja Abu Abu. Sementara itu,  Abu Abu membuatkan kopi panas untuk kedua tamu tersebut. Baik Budiman dan temannya duduk saja tanpa ada pembicaraan hingga kopi yang dibuat telah di hidangkan untuk kedua tamunya itu.

Budiman memulai pembicaraan..

“Begini bang, ini adalah rekan kerja istri saya di perusahaan perkreditan.. ”, Budiman melirik ke temannya yang kemudian bersalaman dengan Abu Abu sambil menyebutkan namanya, Adi… jawab teman Budiman. 

Ia melanjutkan kalimatnya,” nah, coba cerita langsung saja kepada bang Abu, mas.. !”

Adi agak salah tingkah melihat Abu Abu, dari awal ia berpikir orang yang akan ditemuinya tentulah terlihat seperti seorang paranormal yang berwajah seram atau bermata tajam dengan celak hitam di bawah kelopak matanya atau juga pendiam tak banyak bicara. Diluar perkiraanya ternyata Abu Abu seperti anak muda dan gaul.. terlihat enak untuk diajak bicara.

Abu Abu tahu apa yang menjadi pikiran Adi, tapi selama itu sesuatu hal yang baik.. ia diam sambil tersenyum ramah..

Adi kemudian bercerita kepada Abu Abu..

“Saya tinggal di Jalan R. Suprapto bang.. disana kami mengontrak rumah itu dan sudah berjalan 1 tahun lebih.. kami tinggal dirumah itu bertiga dengan Istri dan anak berusia 3 tahun. Awal pertama kami tinggal di rumah itu selama setahun tidak pernah terjadi apa-apa, hanya akhir-akhir ini banyak kejadian aneh.. . Anak saya yang kecil sering ketakutan dan menangis, dia bilang takut melihat hantu, padahal saya dan istri tidak melihat apa-apa. Setiap kali anak kami menangis, selalu kami membawa nya berjalan-jalan.. dia bisa tenang, tetapi begitu masuk rumah nangis lagi..”

Adi Nampak terdiam sesaat, ia berusaha mengumpulkan kilasan peristiwa-peristiwa yang dialaminya bersama keluarga sejak tinggal di rumah kontrakan itu.

“Silahkan diminum dulu kopinya bang Adi..”. sela Abu Abu kepada tamunya.

Mereka kemudian minum kopi yang telah disediakan tadi, masih panas.. Budiman mengerenyitkan keningnya karena terasa panas di bibirnya.

“Apakah, bang Adi merasakan juga keanehan yang dialami oleh anaknya ..?” Tanya Abu Abu.

“Betul bang Abu, pernah saat kami nonton televisi.. tiba-tiba gambar di layar mendadak kabur lalu dari layar televisi keluar sosok bayangan wanita. Saya dan istri berpikir biasa saja, karena kami pun meyakini kita ini hidup tidak sendirian.. . Istri dan anak saya saat ini pulang ke Pontianak, karena mreka takut jika tinggal di rumah kontrakan itu dan kemarin malam saya sampai tidur di teras rumah.. hawa didalam terasa sangat panas..”, cerita Adi saat ditanya oleh Abu Abu.

Abu Abu menoleh kepada Budiman dan bertanya…

“Man, bagaimana.. ? Sudah dicobakah untuk mengeluarkankan makhluk itu ? Kuntilanak yang terlihat oleh saya..”.

Budiman membetulkan posisi duduknya dan bercerita juga kepada Abu Abu..

“Betul bang, Kuntilanak.. tapi tubuhnya berwarna merah. Sewaktu saya diceritakan oleh istri saya yang kebetulan satu kantor dengan bang Adi.. saya sendiri sudah 2 kali ke rumahnya, tetapi tidak pernah ketemu. Nah, saat yang ke-3.. saya pun sudah janjian dengan bang Adi.. sehingga saya datang lagi ke rumah kontrakannya. Saat itu lah saya melihat ada sesosok kuntilanak yang energinya terasa sampai halaman depan rumah bang Adi..”. Budiman berhenti bercerita sejenak, ia meminum kopinya tetapi sudah berkurang panasnya.

Abu Abu masih memperhatikan Budiman yang bercerita sambil memegang janggut nya dan seraya berkata..

“Hmm, kelanjutannya bagaimana ?”

“Bang Adi membuka pintu rumahnya dan masuk ke dalam sedangkan saya mengikuti nya dari belakang.. memang betul sangat panas dalam rumah itu. Saya coba giring keluar si kuntilanak itu dengan kekuatan energi yang ada… ternyata hanya membuat nya keluar dari rumah sebentar, lalu masuk lagi ke rumah… . Jika saya teruskan, apalagi saya sendiri .. tentu sangat riskan dan berbahaya. Makanya saya ajak saja bang Adi ke bang Abu.. jika bisa sekalian dengan bang Ardi untuk menangkap Kuntilanak bertubuh merah membara itu…”.

Abu Abu terdiam sesaat, dia berpikir.. memang betul yang dikatakan oleh Budiman. Ia melihat sosok Kuntilanak, hanya menjadi pikirannya.. kenapa tubuh kuntilanak itu berwarna merah ? Dulu seingatnya ada salah satu teman di SKB bercerita.. saat bermobil ia pernah diikuti oleh Kuntilanak Merah. Biasanya yang terlihat oleh Abu Abu adalah kuntilanak dengan wajah putih pucat.

“Baiklah, saya coba menghubungi Ardi untuk berkumpul bersama kita..”, Abu Abu kemudian berkata setelah berpikir sejenak setelah mendengar uraian cerita dari Adi dan Budiman. Ia kemudian melanjutkan kalimatnya..

“Energi Ardi sangat unik karena didapat dari bermacam-macam sumber dan selanjutnya digabungkannya untuk disempurnakannya lagi.. “.

Budiman mengangguk setuju, ia ingin kuntilanak itu dimasukkan dalam kurungan gaib saja agar tidak mengganggu orang kedepannya… jika hanya diusir tentu kejadian seperti Adi akan terulang kembali. Abu Abu mengambil handphone dan ia berkirim pesan saja ke Ardi. Setelah berkirim pesan singkat, mereka berbincang-bincang kembali membicarakan kuntilanak dan kejadian yang menimpa Adi sekeluarga.
Di tempat yang berbeda, Ardi saat itu sedang membantu pak Rasyidi mengobati seseorang yang terkena santet / kiriman gaib. Ada suara pesan masuk dalam handphone nya, Ardi membaca pesan dan ia kemudian duduk bersila memusatkan energy bathin untuk berkomunikasi dengan Andari sang Bidadari untuk membantu apa yang telah disampaikan Abu Abu melalui pesan singkat. Saat itu dalam pikiran Ardi, Abu Abu meminta bantuan untuk mengusir kuntilanak dari rumah Adi.. sementara dia masih disibukkan membantu pak Rasyidi.

Andari tidak berada di Kahyangan, tetapi ada diatas langit Indonesia.. ia mendengar permintaan bantuan dari Ardi.. kemudian dengan mengendarai awan putih Andari pun turun ke kota Ketapang langsung menuju rumah kontrakan Adi. Ia tidak turun sampai ke tanah tetapi melayang beberapa meter dari tanah dan tetap berdiri diatas awan nya.

Kuntilanak yang berada didalam rumah merasa ada suatu kekuatan dahsyat mempengaruhi kekuatannya di rumah dimana dia tinggal. Sebenarnya rumah kontrakan Adi belum lama ditinggalinya, ia terusir dari suatu tempat oleh doa-doa masyarakat yang terganggu oleh tindakannya. Hingga akhirnya ia menemukan tempat yang dirasa cocok baginya  yaitu rumah kontrakan Adi. Tujuan nya sendiri adalah ingin membuat suatu kekuatan tersendiri di Kota Ketapang, hanya tidak mudah baginya untuk melaksanakan tujuannya itu. Di kota ini banyak manusia yang memiliki kemampuan lebih, ia harus berupaya keras agar tujuannya tercapai apapun caranya.

Karena merasa ada kekuatan yang mengganggunya, ia ingin tahu siapa yang datang.. saat keluar bukan main terkejut kuntilanak itu. Dia melihat seorang Bidadari sedang menatap dirinya, tak mau beresiko menghadapi seorang Bidadari.. ia pun secepat kilat kabur dari rumah Adi. Dia sudah cukup tua dan tahu bagaimana kekuatan Bidadari jika ia mulai mengangkat tangannya. Para Dewa Dewi saja sangat takut kepada para Bidadari apalagi makhluk seperti dirinya.

Melihat kuntilanak itu kabur dari rumah Adi, Andari pun kembali naik keatas langit dengan awan putih yang selalu berada di kakinya. Sedangkan kuntilanak itu setelah lari jauh dan melihat Andari juga terbang naik keatas langit, ia kemudian kembali lagi dan berdiri di belakang sudut sebelah kiri pada sebuah gedung dipinggir jalan tempat Adi bekerja (rumah Adi dan kantornya berdekatan). Ia masih menimbang-nimbang apakah ia akan kembali atau tidak ke rumah Adi yang sudah dirasanya tepat untuk tinggal disana. Namun, ia pun merasa jeri jika Bidadari yang ditemuinya kembali datang lagi.

Sementara itu, setelah membantu Rasyidi mengobati pasien.. Ardi pergi ke rumah Abu Abu. Saat itu pun ia sudah berbincang-bincang dengan ketiga orang yang sedang menunggunya datang.
Setelah mengetahui jalan cerita dari pertama hingga terakhir tentang kuntilanak itu, Ardi mulai bersiap-siap untuk melakukan upayanya.

“Jadi, akan dimasukkan ke dalam kurungan kah bang Abu ?” Tanya Ardi.

“Iya, dimasukkan saja kesana.. nanti kelanjutannya akan kita pertanyakan kepada pak Haji Guru Besar..”, ujar Abu Abu.

Ardi kemudian bersila untuk mengungkapkan kekuatan energi nya yang disimpan dan dikecilkan hingga sebesar inti atom.. sedangkan Abu Abu dan Budiman mengawasi secara langsung tindak tanduk kuntilanak yang masih berada di teras atas belakang kantor nya Adi. Setelah mengungkap kekuatan energi nya.. Ardi memandang kepada Kuntilanak itu, bagi mereka bertiga (Ardi, Abu Abu dan Budiman) sudah tidak ada lagi batas ruang antara mereka dengan kuntilanak tersebut.

Merasa diperhatikan, si kuntilanak segera bersiaga dengan mata merah menyala dan tangannya mulai siap mencakar.. kukunya kuntilanak sudah sangat terkenal akan ketajamannya. Ilmu dari kuntilanak ini juga sangat tinggi dan usia nya pun sudah sangat tua, apalagi ia telah di susupi oleh Jin Ifrit.. sehingga tubuhnya kemerah-merahan karena pengaruh kuat dari Jin Ifrit itu… makanya banyak orang yang mengatakan jenisnya adalah jenis Kuntilanak Merah. Padahal kuntilanak itu semuanya sama saja dan yang berbeda adalah kemampuan yang dimilikinya. Mengenai Jin yang menyusupinya.. siapa yang tidak mengenal dengan Jin Ifrit yang terkenal paling kuat dari seluruh Jin yang ada dimuka bumi ini. Dapat dibayangkan betapa saktinya kuntilanak itu dan mereka termasuk tipe penjelajah bumi yang sangat berbeda dengan kuntilanak biasa yang sering ditemui oleh masyarakat.

Ardi kemudian mencoba menggapai kuntilanak dengan kekuatan energi membentuk bagai telapak tangan raksasa, Kuntilanak itu memberontak mencakar-cakar sewaktu terpegang oleh Ardi. Pertarungan kekuatan terjadi.. Ardi menyeret kuntilanak ke arah kurungan gaib yang tersimpan disebelah rumah si Mas..

“Bang,.. terlepas ..!!” Suara Budiman memecahkan kesunyian di ruangan itu. Abu Abu dan Adi menoleh ke Ardi yang mengangguk membenarkan perkataan Budiman.

“Benar-benar kuat kuntilanak ini… beda sekali dengan yang biasa saya temui selama ini..”, ujar Ardi.

Ia kemudian membesarkan kembali kekuatan energi nya yang diperhitungkan dengan kekuatan kuntilanak sewaktu melawannya tadi. Ardi sudah memahami berpa besar kemampuan kuntilanak itu.
Sementara.. setelah terlepas dari pegangan Ardi, si Kuntilanak kembali ketempatnya semula. Ia sangat marah dan sudah mengerahkan hingga pada puncak kekuatannya barulah ia bisa melepaskan diri. Nafasnya menderu karena akibat meronta dan marah. Saking marahnya ia berteriak melengking untuk melepaskan kekesalan karena merasa hampir tak berdaya oleh kekuatan manusia. Namun baru beberapa saat saja, tiba-tiba ia terpegang lagi…..

Rupanya Ardi telah meningkatkan energi nya segera meraup kuntilanak itu dengan cepat, karena khawatir ia akan terbang jauh ataupun lari menjauh. Betul-betul tak berdaya kuntilanak bertubuh merah yang meronta sekuat tenaga walaupun sudah melambari tubuhnya dengan kemampuan dan kesaktiannya. Ia hanya mampu menggigit, mencakar dan berteriak…. Tapi kekuatannya jauh dibanding dengan kekuatan yang dikerahkan oleh Ardi walau itu hanya seperbagian dari kemampuan Ardi. Pintu kurungan otomatis terbuka dan kuntilanak itu tersedot ke dalam kurungan.

Tak ada satupun yang yang dapat keluar dari kurungan itu jika telah masuk kedalamnya.. termasuk kuntilanak burtubuh merah, kurungan itu tak goyah sedikitpun sewaktu ia berusaha menggguncang-guncangkan kurungan itu. Semua penghuni di kurungan hanya bisa menatap penghuni baru yang baru masuk, pikir mereka adalah.. lama kelamaan akan letih sendiri.

Ardi bertanya kepada Abu Abu …

“Sudah masukkah kuntilanak nya, bang..?”

“Ya, sudah..”.

Sudah aman bang Adi..”, ujar Budiman menimpali Abu Abu..

Ternyata di ruang tersebut telah hadir pak Haji Guru Besar yang bertanggungjawab terhadap kurungan itu. Setelah bertukar ucapan salam, mereka kemudian menceritakan kepada beliau mengenai penghuni baru yang berada dalam kurungan. Beliau kemudian bertanya kepada Abu Abu akan diapakan penghuni tersebut. Karena baik kuntilanak bertubuh merah dan 4 tuyul termasuk yang tidak bisa dididik menuju kebaikan.

Abu Abu terdiam beberapa saat, apa yang harus dilakukan terhadap 2 jenis mahluk tersebut. Jika dilepaspun tentu akan berbuat kejahatan lagi. Akhirnya tiada jalan lain, walaupun dengan berat hati ia kemudian membuat keputusan namun keputusan itu akan dilaksanakan oleh pak Haji Guru Besar, yaitu di kembalikan kepada Yang Maha Pencipta.

Semua yang hadir setuju dengan apa yang menjadi keputusan Abu Abu. Pak Haji Guru Besar pun akan melaksanakan nya saat sebelum Adzan Subuh keesokan harinya bersama-sama sebagian dari masyarakat Kerajaan Padang 12…

-----------

Banyak yang sudah tahu ujud dari Kuntilanak itu perempuan dengan wajah pucat dan berbaju putih, bermacam-macam sebutannya untuk sosok kuntilanak. Bahkan di Malaysia terkenal dengan hantu puntianak, tetapi tidak ada yang tahu darimana atau asal usul nya hantu kuntilanak atau puntianak itu.


Abu Abu kemudian akan meluruskan asal mula kuntilanak itu.. Kisahnya sebagai berikut :

Dahulu kala, di suatu kerajaan di Kalimantan Barat daerah pantai utara.. ada kejadian yang sangat memalukan, kejadian ini dilakukan oleh salah seorang putri dari kerabat keluarga kerajaan itu. Si putri itu hamil diluar nikah, tindakan yang dilakukannya itu merupakan aib besar bagi keluarga kerajaan yang menjunjung tinggi etika kehormatan. Pendek cerita, karena khawatir mencemarkan nama baik keluarga dan saat itu si putri pun dalam keadaan bingung untuk memutuskan sikap.. diam-diam ia berangkat menuju arah Pontianak

Sesampai nya di daerah air hitam, si putri menyeberang ke sebuah pulau di tengah-tengah sungai Kapuas yang dekat dengan muara sungai. Pulau itu jarang dijamah oleh manusia, disanalah ia mengasingkan diri hidup sebatang kara.

Dulu kehidupan si puteri sungguh enak dilingkungan kerajaan, dia di sayang oleh kedua orang tuanya dan lingkungan kerajaan karena kecantikannya. Hingga pada suatu saat ia jatuh cinta dengan seorang lelaki yang akhirnya mereka melakukan perbuatan terlarang yang membuatnya hamil. Si lelaki pun seolah tidak tidak perduli untuk bertanggung jawab akan perbuatannya dan akhirnya si puteri harus menanggung derita seorang diri hingga sampai lah ia sekarang ditempat yang jauh dari kehidupan nya dahulu.

Mengingat masa-masa indah nya, si puteri sering menangis dan bersedih hati.. begitu malang nasibnya dan betapa sulitnya hidup seperti saat ini. Jangankan untuk makan sehari-hari, makan sekalipun ia harus berupaya sendiri. Bulan demi bulan terlewati, tubuh cantiknya semakin tertutupi oleh rambut panjang nya yang kini tak teratur.. sementara perutnya semakin lama semakin membesar tetapi juga ia semakin kurus. Di pulau itu nyamuk agas sangat banyak sekali, membuat nya sering sakit-sakitan. Kadang kala jika teringat kesalahannya si puteri sering menangis, kadang tertawa dan berteriak-teriak. Tetapi siapa yang dapat mendengarnya..? Walaupun ia mampu berteriak setinggi langit ataupun menangis hingga berhari-hari.

Akhirnya, pada suatu saat … karena tidak mampu menanggung derita si puteri itu meninggal dunia karena sakit dan merana. Tak ada tempat kuburnya, meninggal begitu saja tanpa ada yang tahu. Si puteri meninggal dalam keadaan tidak wajar.. kondisinya pun sedang hamil besar dan siap melahirkan, tetapi karena tidak tenang dalam meninggalnya.. pada malam hari setelah siang ia meninggal, si puteri tiba-tiba bangkit dari kematiannya.

Dia bangkit dari kematian yang tak wajar, pertama yang ditujunya adalah sebuah pohon besar dekat pondok rumahnya. Pohon itu paling tua di pulau tersebut dan ditengah batang pohon terdapat lubang yang cukup besar, entah pohon apa namanya.. dan tinggalah ia disana. Karena sudah siap melahirkan, hantu si puteri itupun akhirnya melahirkan di lubang pohon itu. Anak yang dilahirkan seorang laki-laki dan di beri nama oleh nya si Bahar. Boleh dikata si Bahar ini sebenarnya masih manusia walaupun dia hidupnya gaib atau bisa tidak tampak dilihat oleh manusia biasa.

Kadangkala hantu si puteri ini sering terlihat oleh nelayan yang kadang singgah di pinggir pulau tersebut sambil menggendong si Bahar yang masih bayi, sehingga orang kampung setempat menyebutnya KUNTI ANAK atau perempuan yang menggendong anak atau dalam bahasa Malaysia PUAN ANAK hingga menjadi kalimat KUNTILANAK atau PUNTIANAK. Itulah asal mula penyebutan KUNTILANAK atau HANTU PUNTIANAK.

Tahun demi tahun berlalu hingga si Bahar tumbuh semakin dewasa dalam asuhan ibunya si kuntilanak. Karena tak ada yang menjadi panutan dalam hidupnya, apalagi tatakrama dalam berkehidupan sebagai manusia.. si Bahar sangat kejam dan lebih seperti orang tak beradat. Karena sudah dewasa dan timbul nafsunya, ia mengawini si ibu yang mengasuhnya selama ini.

Mereka bertindak sudah layaknya seperti hewan, karena melakukan perbuatan yang dilarang. Bagaimana si Bahar bisa tahu jika yang dilakukan itu perbuatan yang salah, karena salah dan benar tak didapatnya selama hidupnya itu.

Dari hasil perkawinannya lahir lah anak-anak nya. Tidak ada yang lahir lelaki semuanya perempuan dan semuanya seperti ibunya atau neneknya juga. Tahun demi tahun terus begitu, hingga begitu anaknya atau keturunannya telah dewasa dan jika ingin memiliki keturunan mereka akan meminta kepada si Bahar untuk dibuahi. Betul-betul bagaikan kehidupan hewan.

Keturunan si Bahar kadang kala juga menyeberang ke tempat penduduk, mereka sering mengintip para lelaki mandi dan senang melihat kemaluannya untuk selanjutnya dimakan oleh mereka. Karena hanya si Bahar lah lelaki satu-satunya di tempat mereka sehingga mereka suka melihat lelaki lain dan menggodanya.
Karena semakin lama semakin banyak jumlah keturunannya, Si Bahar mendirikan Kerajaan Kuntilanak di tempatnya lahir, yaitu di pohon besar yang berlubang itu. Ia melakukan kerjasama dengan Jin Ifrit.. salah satu jenis Jin yang terkuat dari jenisnya. Jin ini merasuki dalam tubuh keturunan si Bahar dengan tujuan adalah memperluas wilayah kekuasaannya, karena dengan dirasuki oleh Jin Ifrit membuat kuntilanak-kuntilanaknya dapat terbang melintasi daratan yang lebih jauh. Tubuh kuntilanak yang dirasuki oleh Jin Ifrit membuat kulit mereka yang putih pucat menjadi merah membara dan ilmu mereka pun sangat tinggi.

Si Bahar sebenarnya tidak suka dengan kehadiran manusia membuat kerajaan di dekat kekuasaan nya. Ia ingin menguasai Kerajaan Pontianak yang kala itu baru saja berdiri, karena sewaktu memasuki perairan sungai Kapuas.. para pendatang itu menembaki keturunannya dengan meriam hingga mereka terpontang-panting lari ketakutan. Padahal mereka sebenarnya sangat ingin tahu mengapa ada banyak manusia yang menggunakan perahu-perahu besar memasuki perairan dimana daerah tersebut menjadi wilayah kekuasaan si Bahar.

Si Bahar pun memerintahkan para pasukan kuntilanaknya untuk mengganggu para manusia yang telah mendirikan Kerajaan dipinggir sungai Kapuas. Berbagai cara dilakukan oleh para kuntilanak biasa maupun kuntilanak yang telah dirasuki oleh Jin Ifrit yang membuat masyarakat menjadi takut. Sehingga membuat Raja Kerajaan Pontianak kewalahan oleh gangguan para Kuntilanak dan akhirnya meminta bantuan kepada Kerajaan Mempawah yang kala itu diperintah oleh Opu Daeng Menambon. Raja Pontianak sendiri masih ada hubungan kekerabatan dengan Opu Daeng Menambon.

Dengan dibantu dari kerajaan-kerajaan lain, Opu Daeng Menambon akhirnya dapat memenjarakan Si Bahar dengan pagar gaib nya. Sampai sekarangpun Si Bahar Raja Kuntilanak tidak dapat meninggalkan pulau nya akibat terkena pagar gaib Opu Daeng Menambon yang sakti. Namun Si Bahar tetap memperluas wilayah kekuasaan nya sampai  ke seluruh dunia dengan kuntilanak-kuntilanaknya yang sakti. Mereka mendirikan kerajaan-kerajaan baru di seluruh permukaan bumi dengan dibantu oleh Jin Ifrit.

Tetapi kuntilanak-kuntilanak liar juga ada seperti apa yang pernah terjadi pada si puteri.. ibu nya si Bahar. Namun tidak seperti kejadian si Bahar, mereka menjadi hantu kuntilanak biasa. Kuntilanak keturunan dari si Bahar bila kepalanya di pasak dengan paku beliung, mereka akan menjadi manusia normal dan dapat menjadi istri bagi yang berani atau dapat memakunya.. karena sejatinya mereka yang keturunan si Bahar adalah manusia biasa.

Hingga kini pusat kerajaan Kuntilanak masih tetap ada dengan raja yang terpenjara nya yaitu si Bahar yang berada di sebuah pulau, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat. Saat ini banyak cerita tentang kuntilanak yang tersebar, baik di buku-buku, film, blog atau manapun tetapi tidak dapat menjelaskan awal mulanya kuntilanak itu sendiri. Mudah-mudahan hikayat ini dapat ditarik manfaat yang baik dalam kehidupan kita, agar kita semakin dapat memaknai arti kehidupan yang banyak tidak kita ketahui dan masih menjadi suatu rahasia alam..

----------------

Sebelum Adzan Subuh, di rumah si Mas telah berpuluh-puluh orang berkumpul dari Kerajaan Padang 12, disana juga hadir para pembesar dari kerajaan, Abu Abu, Asri, 8 Dara Bunian dan Utusan dari Kerajaan  Bawah Air… mereka terlihat khusuk membaca ayat-ayat suci Alquran untuk mengembalikan Kuntilanak bertubuh merah keturunan si Bahar dan 4 tuyul kepada Sang Maha Pencipta…. Selang beberapa saat tubuh kedua jenis makhluk itu bersinar merah muda terang dan hancur menjadi debu dan naik ke langit…
Kuntilanak bertubuh merah dan 4 tuyul telah hilang dari kurungannya tinggal lah makhluk jejadian lain yang masih ada namun mereka sudah dalam keadaan sangat ketakutan.

Selanjutnya orang-orang bunian kebenaran itu melanjutkan dengan kegiatan ibadah sholat Subuh berjamaah setelah berkumandangannya Adzan Subuh…..

Beberapa saat lalu pak Rasyidi dan teman-teman yang lain datang bermain ke rumah si Mas, beliau mencoba untuk online di Grup Seri Kisah Bunian. Saat itu terlihat olehnya kurungan gaib yang sudah banyak diisi oleh makhluk yang aneh-aneh ujudnya. Beliau merasa kasihan, dengan pertimbangan yang matang pak Rasyidi berkomunikasi dengan pak Haji Guru Besar agar berkenan melepaskan mereka yang menghuni kurungan itu. Pak Haji Guru Besar ternyata menyetujui usul pak Rasyidi untuk melepaskan mereka, namun jika mengulangi perbuatannya lagi tentu tidak di kurung tetapi di kembalikan kepada Sang Maha Pencipta.

Kurungan gaib telah dipindah kan oleh Abu Abu ke atas atap rumah si Mas, namun dalam keadaan kosong tanpa penghuninya lagi. Tetapi beberapa saat ini terisi lagi, karena perbuatan jahat, iri dan dengki masih ada… 


16 komentar:

  1. Andi Kurniawan23 Mei 2012 02.19

    ooo... jd gitu ya ceritanya kerajaan kuntilanak itu....
    apakah setiap wanita yg hamil diluar nikah, jika mati akan menjadi hantu bang??? trus apakah setiap manusia yg mati bunuh diri itu akan menjadi hantu??

    BalasHapus
  2. sampai merinding baca ceritanya

    BalasHapus
  3. noar syafidel23 Mei 2012 11.37

    kisah yg menjadi masukan buat saya..

    BalasHapus
  4. Ijin membacanya...walaupun ijin blakangan stelah mmbacanya...mohon maaf dan ikhlasnya...wassalam

    BalasHapus
  5. Oalah jdi asal mulenya itu setan dari sene...

    BalasHapus
  6. Andi Kurniawan :
    Prinsipnya jika manusia telah meninggal ada tempat/alam nya sendiri. Namun perjalanan roh menuju alam tersebut tergantung amal ibadah nya semasa hidup.

    Selembhe, Trie, Noar Syafidel :
    Terima kasih..

    Anonim :
    Setan itu adalah sifat, berasal dari Manusia dan Jin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas abu abu, bisa saya tahu contack mas...saya ingin bertanya tanya lebih banyak lagi...

      Saya Putra Samudra di surabaya...

      Pin : 24CA3FAA

      Hapus
  7. Panjang bangat cerita ini....

    BalasHapus
  8. Bagus N3 ini... meremang membacanya... udah follow kamu ye!

    BalasHapus
  9. Kesuma Angsana :

    Trma ksh sdh di follow..

    BalasHapus
  10. Maaf mas Abu Abu saya salah satu mahasiswa yg sedang menyusun TA/Skripsi, kebetulan sedang meneliti kuntilanak, jika boleh bertanya asal-usul kuntilanak sendiri, mas Abu Abu sumbernya dapat darimana yah, apakah ada sejarah tertulisnya atau kah mas Abu Abu mendapatkan informasi itu langsung dari makhluk ghaib tersebut ?

    soalnya saya mencari data sejarah yg kumplit dan kongkrit itu tidak ada paling banter juga setengah setengah, setelah melihat postingan ini saya langsung mendapat pencerahan .

    mohon balasannya mas . hehe

    BalasHapus
  11. Tidak ada dalam Al-Quran penjelasan semua ini

    BalasHapus
  12. tidak ada orang atau perempuan mati melahirkan jadi kuntilanank semia itu rekayasa jin semata untuk menyesatkan manusia

    BalasHapus
  13. wah..rupanya kuntilanak berasal dari kalbar ya..dan go internasional...dan saya jg baru tau..ternyata kuntilanak bisa dimasuki jin juga..wah cerita ini cukup menarik juga..

    BalasHapus
  14. yang saya dengar dari teman yang "mengerti", kuntilanak memang bisa disusupi Jin. Hal tersebutlah yang bisa merubah power serta sifat dasarnya

    BalasHapus

SOS SKB

SOS SKB (Seri Kisah Bunian) adalah diperuntukkan yang membutuhkan bantuan dalam hal pengobatan Non Medis dengan tanpa dipungut biaya.

Sampaikan keluhan/permasalahan kepada alamat emai :
serikisahbunian@yahoo.com

Diharap jangan bercanda/mengetes/menguji dengan keluhan palsu yang justru akan ditindaklanjuti dengan cara kami.