Senin, 07 Mei 2012

SERI KISAH BUNIAN : NEGERI BUNIAN / KEBENARAN KERAJAAN PADANG 12




Setelah dirasa cukup semua bekal yang diberikan oleh Rasyidi. Ardi pun di uji kemampuan yang telah dicapainya selama ini. Saat dilaksanakan uji kemampuan dilaksanakan dirumah pak Rasyidi saat malam hari.

“Untuk melihat tuntas nya ilmu yang saya berikan.. cobalah pak Ardi melihat diri sendiri”.

Permintaan Rasyidi kepada Ardi untuk melihat diri sendiri adalah dapat melihat secara nyata dalam wujud halus (gaib) diri Ardi sendiri.
Ardi selanjutnya mulai melakukan meditasi.. dengan menyatukan rasa dan pikirannya dan dengan niat untuk melihat wujud nya sendiri yang bagaikan melihat di depan cermin,.. memang pertama agak susah sekali dalam pelaksanaannya.. namun dengan tekad yang kuat akhirnya perlahan-lahan mulai terlihat sesosok tubuh diri Ardi sendiri yang duduk bersila di hadapannya, bahkan sosok pendamping Ardi juga dapat terlihat.

Tiba-tiba …

“Cukup….” !! Suara Rasyidi memotong pandangan gaib Ardi.

“Selamat, pak Ardi.. bapak sudah mampu menguasai semua ilmu yang saya berikan.. selanjutnya pak Ardi dapat mengembangkan sendiri melalui kontak batin dengan pendamping dan selalu lah menolong orang”.

“Terimakasih banyak pak… atas bimbingan bapak selama ini, semoga ilmu ini akan berguna bagi saya dan sesama”. Ucap Ardi kepada Rasyidi.

Salah satu ilmu yang dipelajari oleh Ardi dari Rasyidi yaitu ilmu milik dari salah satu nabi tertentu yaitu suatu ilmu yang mana bisa melakukan komunikasi dengan binatang atau tumbuh-tumbuhan.
Masih melekat dalam ingatan Ardi apa yang pernah diucapkan Rasyidi pada salah satu perjumpaan nya kala itu.

“Mereka juga punya jiwa / roh” jadi kita bisa kontak dengan mereka.” Sahut P Rasyidi.

Waktu itu Rasyidi meminta Ardi untuk melakukan uji coba ilmunya.

”Coba pak Ardi melakukan kontak dengan seekor ayam jago yang sedang berjalan itu’’.

Didepan mereka melintas seekor ayam jago yang sedang berjalan. Ardi menatap ayam itu dengan pandangan yang tajam.. dia berusaha melakukan kontak batin ke ayam itu.

“Hai, ayam mau apa kau ?”

Ucapnya di dalam batin. Aneh, tidak ada jawaban.. Ardi merasa ragu dan ia melepaskan padangan dari ayam jago itu. Ia memutar kepalanya ke arah Rasyidi dan bertanya..

”Apakah salah saya mengucapkanya, ya Pak ?”

“iya, pak Ardi…kurang konsentrasi !” Jawab Rasyidi.

Ardi mengangguk-angguk membenarkan apa yang disampaikan oleh Rasyidi kepadanya.. Ia mulai berkonsentrasi penuh…. Dan melakukan pertanyaan yang sama kepada Ayam Jago yang masih berjalan mulai menjauh.

“Hai, ayam mau apa kau ?”

Tak lama terdengar oleh Ardi sebuah suara

“Mau melompat parit”

Bukan main gembiranya Ardi dan takjub akan kemampuannya dia merasa itu bagaikan dongeng yang hanya tinggal cerita saja. Ia tersenyum kepada Rasyidi dan berkata :

“Saya mendengar suara ayam itu pak... coba kita lihat, apakah ayam itu berjalan atau mengais tanah. ”

Beberapa saat kemudian ayam jago itu melompati parit dan berjalan ke semak-semak.

“Tepat…”, kata Rasyidi.

Dengan demikian Ardi benar-benar telah dapat mewarisi apa yang dipelajarinya dari Rasyidi, Ardi telah mempelajari sebagian dari yang dimiliki gurunya. Namun Rasyidi jika mendapat sesuatu yang baru tak pernah disimpan-simpan nya dan selalu membagikan ilmu kepada setiap muridnya. Rasyidi tidak pernah khawatir akan disaingi atau dikalahkan oleh murid-muridnya. Ia beranggapan ilmu itu berkembang terus dan tak bertepi. Selalu ada yang baru dan tinggal bagaimana murid-muridnya itu menyikapi apa yang diperolehnya dari sang guru.

……………………

Disuatu sore hari, Ardi melihat tetangganya sejak dari pagi sampai sore mondar-mandir di samping rumahnya. Karena heran dan penasaran ia mendatangi tetangga nya itu dan bertanya :

“Ada apa, pak ?”

“Ini.. Burung Murai Batu saya lepas dari sangkar nya mas, dari tadi pagi… dan sekarang hinggap di atas pohon.“

“Lalu bagaimana caranya pak supaya kembali lagi ke sangkar ?“ Ardi bertanya kepada tetangganya itu.

“Entahlah.. saya bingung, sudah semua cara saya lakukan.. tetapi burung itu tidak mau kembali ke sarangnya.. padahal burung itu cukup mahal harganya.. dan pernah satu kali saya kehilangan burung seperti itu dengan kejadian sama “.

Hari sudah mulai petang.. bapak itu masih tetap memandangi pohon seakan meratap supaya burung murai batunya kembali ke sangkar.

“Kasihan bapak itu”, Ardi berkata dalam hati saat ia berdiri dari balik kaca rumahnya.

Ia teringat kepada ilmu yang diajarkan oleh Rasyidi. Selanjutnya sambil duduk di kursi tamu... Ardi memandang burung tersebut yang masih bertengger di dahan pohon depan rumahnya dan melakukan kontak batin dengan burung itu.

“Burung Murai Batu.. kenapa kamu keluar dari kandang mu ?”

“Diluar aku bermain-main.. senang sekali, aku suka bernyanyi..”

“Tidak kah engkau lihat tuan mu sedih dan merasa kehilanganmu, ia memikirkanmu dari pagi hingga petang… bukankah engkau selalu disayangnya dan diberinya makan. Tiap hari ia selalu bercanda dengan mu ? Kembalilah ke sangkarmu dan pun sudah sore hari, diluar nyawa mu dapa terancam. Kasihan tuanmu itu.”

Tak ada jawaban, kicau Murai Batu pun tak terdengar lagi setelah Ardi melakukan kontak batin. Inti dari pembicaraan Ardi ke burung Murai adalah menyuruh burung itu kembali.

Keesokan harinya Ardi melihat tetangganya sudah berseri-seri sambil memberi makan burung Murai Batu.

Pernah suatu siang, saat Ardi mau keluar rumah mendadak ia terhenti saat akan berjalan.. ia terkejut karena di seberang jalan rumahnya terlihat ada seekor ular berwarna hitam belang keputih-putihan ingin menyeberang ke rumahnya. Tentu saja Ardi sangat ketakutan jika sampai ular itu masuk ke rumahnya.
Namun ia teringat pernah berbicara dengan Ayam Jago dan burung Murai Batu, ia pun mencoba kebetulan ada seekor ular yang ingin menyeberang ke rumahnya. Dalam pandangannya ular itu adalah ular biasa.. kemudian Ardi mencoba melakukan komunikasi dengan ular itu :

“Ular, mau apa menyeberang kesini..?”

“Mencari makan..”, Jawab ular itu

“Ini adalah rumah saya, tidak ada makanan yang kamu cari dirumah ini.. tidak ada kodok atau katak. Carilah ke tempat lain..” Ardi melakukan pembicaraan dengan ular itu.

Yang diajak bicara menatap Ardi dan tak lama kemudian ular itu berbalik arah tidak jadi menyeberang jalan ke rumah Ardi.

Dalam kehidupan sehari-hari Ardi setelah memiliki kemampuan supranatural / ilmu.. kadangkala ia sering dicoba sama orang yang mempunyai ilmu.. bahkan temannya sendiri pun pernah mengujinya. Temannya itu dapat merasakan bahwa Ardi memiliki kemampuan supranatural yang lumayan. Begitulah budaya kita dari dahulu sampai saat ini adalah selalu menjajal atau mencobakan ilmu nya jika ada orang lain memiliki ilmu atau kemampuan juga.

Kisah nya Ardi di ganggu oleh teman sekantor nya pada saat rapat di kantor.. pemimpin rapat nya saat itu adalah teman yang memiliki sebuah ilmu yaitu ilmu tenaga dalam…… si teman tersebut selalu melirik Ardi dari pandangan yang seakan-akan menyelidiki Ardi. Benar… tak berapa lama Ardi merasakan ada suatu suasana yang aneh…… Ardi membuka padangan gaibnya dan terlihat seperti ada awan tipis gaib mengelilingi nya dan awan tipis itu membuatnya mengantuk. Ardi menahan rasa kantuknya… lalu ia mengaktifkan indra peraba dan dengan indra penglihatannya untuk mendeteksi temannya yang sedang memimpin rapat.. Ia mendengar semacam kalimat kalimat mantra yang gunanya untuk menguji Ardi.

Secara diam-diam Ardi memanggil pendamping nya dengan melakukan kontak batin… sedetik kemudian pendamping nya telah hadir disebelah Ardi. Setelah mengucapkan salam, Ardi berkata kepada pendamping nya agar apa yang disampaikan oleh temannya dalam bentuk awan tipis yang membuatnya mengantuk itu “dikembalikan 3 X lipat”. Beberapa saat kemudian pemimpin rapat menguap dengan keras bahkan sampai semua yang hadir terheran heran.

“Pemimpin kok mengantuk” ,sahut teman nya yang lain di dalam rapat itu.

Pemimpin rapat itu sekilas melirik kepada Ardi dan ia balas dengan senyuman. lalu ia mencoba membaca pikiran pemimpin rapat itu dengan kemampuan indra ke-6.  Terdengar lah pikiran temannya si pemimpin rapat itu berkata :

“Ilmu apa yang di punyai pak Ardi ini, kapan dia belajar?”.

Tidak hanya itu saja, ada juga seorang temannya yang lain berasal dari perguruan tenaga dalam terkenal di Indonesia.. pernah juga mencobakan ilmunya tetapi untunglah dapat dihindari oleh Ardi. Kadang kala orang yang mencobakan ilmu itu tidak hanya dengan ilmu / tenaga dalam ada juga yang melalui mimpi..  dimana roh kita diuji saat kita tidur, walaupun mimpi apabila kalah dalam bertempur atau berkelahi maka bisa terkena sakit dalam. Untung saja dengan perlindungan Tuhan.. Ardi selalu dapat melaluinya cobaan-cobaan itu.

Sehingga dalam semua langkah dalam kehidupan sehari-hari Ardi harus selalu mawas diri dan berhati-hati, karena walaupun ilmu putih yang dipegangnya untuk kebaikan tetapi juga mengundang marah bahaya. Tentunya semua itu menjadi pengalamannya di manapun berada.

Pada suatu masa.. Ardi sedang berbincang-bincang dengan Rasyidi, saat itu jam 21.30 malam. Tiba-tiba indra penciumannya mencium bau yang sangat wangi .. bau bunga melati……

”Bau apa ini Pak Ardi ?” Tanya Rasyidi kepadanya.

Ardi selanjutnya memusatkan indra penglihatannya …..
Ternyata sekitar 7 meter dari mereka duduk terlihat ada sesosok mahluk halus berwujud seorang gadis cantik. Ardi pun menjawab :

“ itu, Jin pak!”

“bukan..!“ sela Rasyidi

“Dia adalah orang bunian kebenaran”.

Bercerita lah Rasyidi dan berusaha menjelaskan kepada Ardi bahwa orang bunian kebenaran adalah manusia sama seperti kita dan hidup di dimensi lain. Kalau jin adalah sosok yang wujudnya bisa bermacam-macam atau berubah-ubah dengan kata lain seribu kehendak.. akan tetapi sesungguhnya badan aslinya nya tidak ada lekukan-lekukan tubuh bahkan rata. Orang bunian kebenaran orangnya taat beribadah, suka menolong dan tidak mau berbuat dosa, cenderung tidak mau menyerang mahluk lain tetapi hanya melindungi aja.

“Lalu dimana mereka tinggal (rumah mereka) ?” Tanya Ardi kepada Rasyidi.

“Mereka ada dimana mana hidup berdampingan seperti kita dan lebih sering menempati tempat yang tidak dihuni manusia. Merekapun dapat berwujud seperti manusia (tampak dan bisa dilihat dan disentuh seperti manusia pada umumnya)”.

“Kalau mau melihat langsung wujud nyata nya bisa, besok malam kita coba”. Ujar Rasyidi sambil menghisap rokoknya dalam-dalam.

Pada malam berikutnya, sesuai pembicaraan kemarin malam antara Ardi dan Rasyidi.. mereka bertemu kembali di tempat Ardi, saat itu jam 22.00 malam. Rasyidi telah mempersiapkan barang (benang berwarna) yang nantinya akan dibentangkan melintang di jalan di depan rumahnya Ardi (jalan itu merupakan lalu lintas orang bunian kebenaran Padang12).

“Mengapa harus berwarna pak “Tanya Ardi dan Rasyidi pun menjelaskan kenapa seperti itu, dalam hal ini penulis tidak dapat merincikan tentang benang tersebut karena khawatir dapat disalah gunakan.

Tak berapa lama kembali tercium aroma bunga wangi melati yang khas, berarti dalam jarak tertentu ada orang bunian kebenaran yang akan melewati jalan itu. Dengan Indra penglihatannya Ardi mengawasi dengan seksama orang itu, sampai saat orang bunian kebenaran itu mau melewati benang yang telah dilintangkan oleh mereka mendadak orang bunian kebenaran itu terhenti sejenak.  Ada sebuah suara terdengar :

“Siapa yang melintang kan kayu ditengah jalan ?”

Untuk melewati benang itu, orang bunian kebenaran harus mewujudkan dirinya seperti manusia…… beberapa saat orang itu mau berwujud nyata…… tiba-tiba….

Ardi dan Rasyidi dikejutkan ada suara tetangga Ardi menumpahkan air yang baru digunakan untuk mencuci sayuran (tetangga merupakan peraih sayuran). Suatu hal di luar dugaan mereka. Urunglah orang itu berwujud., lalu mencari jalan lain.

3 hari kemudian, Ardi dapat sms (pesan singkat) dari Rasyidi.

“Pak Ardi cepat kerumah..”

5 menit kemudian Ardi telah sampai di rumah Rasyidi.

“Ada apa pak ?” Tanya Ardi keheranan.

“Kita di undang pak Haji Guru Besar ke Kerajaan Padang 12”.

“Dimana letaknya, pak ?”

“Entahlah saya pun orang baru juga di Ketapang ini. Mari kita cari dengan panduan pendamping kita”.

Beberapa saat kemudian mereka telah berangkat menuju ke arah padang 12. Perjalanan dari Kota Ketapang hingga ke Daerah Padang 12 ditempuh dngan bermotor lebih kurang 1,5 jam. Akhirnya disaat melewati hutan semak dan perdu indra ke-6 nya Ardi mengatakan memang ini tempatnya.

Saat melihat tempat tersebut, Ardi merasa ragu apakah pak Haji Guru Besar itu mahluk halus kah ?
Benarkah ?
Antara percaya dengan tidak percaya ?

“Bagaimana pak Ardi..? Kita masuk ke hutan ini ?” Tanya Rasyidi kepada Ardi yang terlihat ragu-ragu.

Karena keraguan Ardi, ia menyarankan agar bertanya dahulu ke orang di sekitar tempat ini. Maka pergilah mereka dari Padang 12 mengikuti kembali jalan raya… sekitar 7 km barulah mereka menemukan warung terdekat. Setelah duduk di warung tersebut dan minum sambil bertanya-tanya kepada pemilik warung, akhirnya mereka menyimpulkan bahwa benarlah mereka tadi berhenti di Padang 12.

Setelah selesai minum, mereka kembali ke tempat semula di Padang 12. Tak berapa lama mereka berada di depan pintu gerbang padang 12. Pintu Gerbang Kerajaan Padang 12 tak jauh dari Jalan Raya kita. Banyak orang yang lalu lalang di jalan raya tersebut heran menoleh ke Ardi dan Rasyidi saat mereka berdiri di pinggir jalan masuk ke padang 12, ada kesan ketakutan.. maklum daerah itu daerah terlarang atau juga bisa jadi Ardi dan Rasyidi dianggap orang yang lalu lalang adalah orang bunian kebenaran dari daerah itu.

Kemudian mereka memutuskan untuk masuk dan tidak lupa mengaktifkan indra ke 6. Karena di daerah itu mereka harus berkomunikasi dengan penghuni disana tidak hanya melihat saja. Dalam pandangan gaib terlihat kota besar bahkan melebihi Ibukota Jakarta dengan pintu gerbang yang megah dan diatasnya ada jalan layang. Setelah kami minta ijin kemudian mereka melanjutkan perjalanan lebih kurang 2 Km.. sepanjang jalan dalam pandangan mereka, jalan tol penuh dengan mobil-mobil mewah yang melaluinya.

Tiba-tiba Rasyidi berhenti.

“Berhenti Pak Ardi.. kita sudah sampai…”

Terlihat dihadapan mereka sebuah rumah yang sangat megah, lalu ada mobil mewah sedang parkir di depannya. Tiba-tiba Rasyidi menepuk pundak Ardi

“Mari kita meditasi dan berdoa memohon keselamatan dan bersyukur dengan Tuhan Yang Maha Esa”.

Lebih kurang 15 menit mereka berdoa. Ardi mendengar sayup-sayup suara Rasydi seolah berbincang-bincang dengan seseorang.. tetapi ia belum berani membuka matanya… karena ini pengalaman pertamanya bertemu langsung dengan orang bunian kebenaran. Lalu terdengar suara memanggil ..

“Pak Rasydi, silahkan duduk..”.

Aneh siapa dia ? Ardi hanya membatin. Lalu tiba-tiba terdengar sebuah suara yang akrab.

“Bukalah mata pak Ardi..”. Suara pak Rasyidi.

Ardi pelahan-lahan membuka buka matanya dan …

“Ya… Tuhan, dimana aku berada ?
Mimpikah ?

Ardi terbengong-bengong melihat apa yang dihadapinya sekarang.. tadi ia merasa duduk berdoa beralaskan rumput….sekarang duduk di depan teras sebuah rumah megah. Lama Ardi dibuat bingung dengan perubahan suasana  disekelilingnya.. karena yang tadi tampak gaib sekarang menjadi nyata sejelas ia memandang seperti kesehariannya.

Tiba-tiba Ardi  dipegang oleh seorang laki-laki tua berpeci haji dan memakai baju koko. Ternyata beliau adalah Haji Guru Besar.

“Hanya orang hati dan pikiran bersih yang mampu menembus ke alam kami nak”, ucap pak Haji sambil tersenyum memandang Ardi.

Sekitar 2 jam kami berbincang-bincang di rumah beliau dan diperkenalkan dengan keluarga beliau.. setelah itu Ardi dan Rasyidi mohon pamit.  Mereka diantar sampai Gerbang Kerajaan Padang 12. Setelah itu pandangan mereka kembali hanya melihat padang perdu dalam kegelapan malam..

Dipinggir jalan mereka berbincang sejenak..

“Aneh tadi saat kita berbincang-bincang di alam sana.. saya perhatikan di rumah pak Haji Guru Besar kita berada disana lebih kurang 2 jam.. tetapi jam saya kok hanya 15 menit ya...?” Ardi bertanya sambil memandang Rasyidi.

Rasyidi hanya tersenyum melihat Ardi keheranan.

“Waktu di alam sana lebih lama dari pada alam kita..”, ucap Rasyidi.

Kemudian karena Ardi masih kurang puas maka ia mengambil HP nya yang berlipat untuk melihat jam. Betapa terkejut nya Ardi.. di sela lipatan HP ada bunga rumput… ken=mudia ia menggunakan mata batinnya dan dalam pandangan gaib bunga rumput itu adalah bunga kembang sepatu berwarna merah.

“Pak Ardi di kasih oleh pak Haji sekuntum bunga itu untuk membantu pak Ardi dalam menolong orang…”, Rasyidi menjelaskan tentang bunga tersebut.

Wah, kapan ya beliau memberi ? Padahal selama masuk ke padang 12 Ardi merasa tidak pernah mengeluarkan handphone…..Aneh Pikirnya. Sedangkan pak Rasyidi di kasih piring.. tentunya punya makna tertentu dan sepertinya untuk sarana membantu orang juga. Kemudian mereka berangkat pulang menuju kota ketapang.

Hari Rabu minggu berikutnya saat jam 10.00 pagi. Rutinitas kerja Ardi saat itu berada di depan komputer. Tiba-tiba duduk di bangku tamu ruangannya ada sesosok gaib wanita muda belia cantik dan berbaju modern. Iapun terkejut. Aneh kapan datangnya ? Ardi bingung, mengapa indranya tidak merasakan kehadirannya. Lalu ia melakukan hubungan dengan pendampingnya..

“Dia adalah orang bunian kebenaran”.

O…pantas kalau orang bersih /putih kadangkala indra batin nya tidak bisa mendeteksi sedangkan sosok yang jahat sangat cepat mendeteksi. Si gadis bunian kebenaran tersenyum kepada Ardi.

“Selamat Pagi Pak ....?
Sejenak Ardi terdiam….

“Selamat pagi juga. Eh,.. non ini siapa ya …?”

“Masak bapak lupa….?”

“Ehmmm, siapa ya ?”

“Saya salah satu anak dari pak Haji Guru Besar dari Padang 12. Beberapa hari kemarin kan pak Ardi ke rumah saya dan kita sempat berkenalan….”

“Oh iya… ya..”, jawab Ardi dengan gugup.

“Saya adalah Ranti….. tak lama mereka berdua mulai akrab dan berbincang-bincang. Sesaat kemudian terlihat sebuah mobil Honda Jazz RS berwarna biru metalik terlihat datang dan parker di depan jendela kantor Ardi.. dari dalam mobil itu keluarlah 4 dara cantik. Ke 4 dara itu datang menghampiri Ardi dan Ranti, lalu mereka memperkenalkan diri kepada Ardi.. mereka adalah Mentari, Santhi, Sukma dan Asmiranda. Mereka rata-rata masih kuliah  (S1) di Pontianak, kecuali Sukma yang berkualiah di Australia. Masih ada lagi 2 dara yang tidak hadir yaitu Mutia juga kuliah (S1) di Pontianak dan Indah status masih SMA dan bersekolah di Padang 12.

Diantara mereka sebenarnya masih ada lagi yaitu Kurnia mengambil Strata 2 Tehnologi Informatika  di Jerman… dari perkenalannya dengan manusia bunian kebenaran dari padang 12 (ORANG KEBENARAN) menyadarkan Ardi bahwa mereka sama seperti kita kegiatannya sehari-hari layaknya seperti manusia biasa hanya yang dimensi yang membedakannya dan aturan mereka. Mereka juga beribadah seperti kita bahkan mereka mempunyai aturan-aturan tertentu untuk komunitas mereka, bahkan mereka tidak mau mengganggu urusan dari dimensi lain, selalu membantu orang yang membutuhkan dan menjunjung tinggi kebenaran (selalu berbuat benar) maka mereka sering disebut “Orang Kebenaran” walaupun ditempat lain berbeda penyebutannya.

Karena kedekatan dan selalu kontak dengan Orang bunian kebenaran, maka mereka selalu bermain / silahturahmi ke rumah Ardi termasuk para pembesar dari padang 12. Lambat laun ia pun dikenalkan oleh mereka kepada orang kebenaran dari semua wilayah Kalimantan Barat yang terdiri dari kota-kota besar yaitu Radak (di dekat muara kubu, Kab. Kubu Raya) dan Paloh (Wilayah Kab. Sambas).

Hingga Suatu ketika pernah Ardi diajak naik pesawat jumbo jet mereka (dalam keadaan gaib)…. Disana ia di bawa ke seluruh kota-kota atau kerajaan dari wilayah Jawa Timur sampai Jawa Barat dan kemudian ke seluruh kerajaan se Nusantara. Tidak diduganya jika mereka (bunian kebenaran) begitu ramah dengannya…. Oh, iya… pakaian khas kerajaan mereka berbeda-beda setiap daerahnya yang menunjukkan ciri khas daerah masing-masing pada saat ada acara resmi. Akan tetapi saat keadaaan biasa mereka berpakaian seperti kita manusia.

Pada akhirnya satu bulan berikutnya Ardi diperkenalkan kepada orang bunian kebenaran dari seluruh dunia. Baru ia menyadari, bahwa mereka ada di seluruh dunia.. cirinya pun sama dengan manusia seperti kita bahkan bahasanyapun sama tergantung di daerah mana orang kebenaran itu berada.

Pada bulan Oktober saat siang hari pada pukul 11.20 WIB saat sinar matahari terik…. Ardi keluar rumah hendak mengambil sandal di samping rumah. Saat ku ambil sandalku tiba-tiba ia merasakan pancaran sinar matahari yang aneh. Secepatnya ia melihat ke atas langit..

“Oh…Tuhan….begitu cantiknya….”

Matahari bersinar penuh lalu dikelilingi oleh asap tipis.. dimana asap yang mengelilingi itu jaraknya agak jauh dan langit bersih tanpa ada awan. Tiba-tiba di sebelah kanan matahari terlihat sosok tubuh yang besar melayang di langit dengan tangan kanan diangkat seperti membentuk arti salam…. Ardi  teringat akan sosok itu yang biasa dilihatnya dalam film atau dalam buku cerita…… itu adalah Sang BUDDHA….

Singkat cerita terjadilah komunikasi antara Sang BUDDHA dan Ardi. Pembicaraan mereka berdua tak dapat diungkapkan, setelah selesai perbincangan itu.. tak lama kemudian beliau menghilang dengan senyuman yang khas. Dua hari setelah pertemuannya dengan Sang BUDDHA itu, Ardi bercerita kepada Rasidy….. beliau hanya tersenyum, mengangguk dan berkata

“Bagus…”.

Setelah itu pada keesokan harinya…. Ardi ingin mengajak anak-anaknya pergi bermain ke abang iparnya, disaat ia memanggil anak-anaknya Ardi terheran-heran mengapa anak-anaknya tidak menyahut saat dipanggil...? Rupanya ke dua anaknya tertegun melihat seseorang di depan pintu. Ardi menghampiri….. Oh, ternyata kedua anaknya itu tertegun melihat kehadiran seorang pemulung yang minta sedekah….. Reflek Ardi segera mengeluarkan uang untuk diberikan kepada pemulung itu. Akan tetapi ada sesuatu hal yang aneh dalam pandangannya… Si Pemulung ini memakai topi besar dan terus menunduk tidak mau menatap langsung ke Ardi…..

Sekilas Ardi berusaha melihat wajahnya…. lalu ia ulurkan tangannnya memberikan uang kepada si Pemulung itu. Sewaktu menerima uang dari Ardi si Pemulung itu mengambilnya dengan kedua tangan seperti bersujud.. Ardi agak terkejut melihat cara menerima uang darinya dan tangannyapun sempat mengenai kulit telapak tangan si pemulung… terasa halus sekali seperti bukan tangan orang  yang bekerja sebagai pemulung / pekerja kasar… bahkan mungkin perempuan kalah halusnya. Tapi karena sedang terburu-buru, Ardi mengabaikan perasaannya itu karena ia harus bergegas pergi ke tempat abang iparnya dan ada acara yang cukup penting…

Beberapa hari berjalan biasa saja…. hingga hari Kamis, pada pagi hari itu Ardi sedang duduk di sebuah restoran dan sambil makan ia perhatikan seorang pemulung berjalan… tiba-tiba ia teringat akan seorang pemulung pernah ke rumah nya beberapa waktu yang lalu dan ia pun teringat kembali dengan keanehan-keanehan yang ada kala itu. Berdenyut jantung nya saat ia mengulang kembali sekilas wajah itu… itu… itu…. Tak sanggup ia membayangkan nya lagi dan dalam hatinya bercampur kaget sama sekali tidak percaya… bahwa wajah pemulung yang datang ke rumahnya sama dengan wajah orang Padang 12 yang selalu menyapa dengan ramah di saat ia diundang berkunjung ke rumahnya.. Oh, pucat wajah Ardi pemulung itu adalah pak Haji Guru Besar yang menyamar….

Baru Ardi sadar bahwa yang hadir di rumahnya dalam wujud manusia (bukan gaib) yang secara fisik adalah pak Haji Guru Besar dari Padang 12. Bergegas Ardi meninggalkan restoran itu walaupun baru 3 sendok ia makan.. Ardi pergi menuju ke kediaman Rasyidi. Sesampainya di tempat Rasyidi ia menceritakan pengalamannya namun belum habis cerita Ardi kepada Rasyidi terlihat wajah Rasyidi tersenyum dan berkata :

“Hehehe.. yang diceritakan pak Ardi orangnya sebentar lagi akan datang..” kata Rasyidi. Ardi pun termangu.

Beberapa saat kulihat dalam pandangan gaib… di depan rumah Rasyidi sudah datang sebuah mobil Pajero Silverblack….. lalu terdengar sebuah suara mengucapkan salam...

“Asalamualaikum…… !” Ardi dan Rasyidi pun menjawab saapaannya…. Oh yang datang adalah pak Haji Guru Besar…. lalu beliau duduk bersama mereka dan mengakui bahwa yang datang ke rumah Ardi dan berpura-pura sebagai pemulung adalah untuk menguji Ardi akan ketulusan / keikhlasan dalam memberi kepada sesama. Pada akhirnya memang Ardi di uji sebanyak 3 kali oleh pak Haji Guru Besar.

“Mengapa mereka selalu mencobai kita pak..” Tanya Ardi ke Rasyidi pada suatu saat pertemuan mereka kembali.

“Kalau kita mau dekat dengan mereka, maka kita akan di uji oleh mereka apakah kita benar-benar tulus / hanya pura-pura dengan mereka dan cobaan biasanya bermacam-macam yang mencerminkan / melukiskan bagaimana pribadi kita..”. Kata Rasyidi. “Tidak sembarang orang biasa bergaul dengan orang bunian  kebenaran.. karena mereka juga punya aturan-aturan seperti kita”.

Kadang siang kadang malam orang bunian kebenaran sejak saat itu sering main ke rumah Ardi…. bahkan kalau siang hari ada yang numpang berteduh…. mungkin karena di depannya merupakan jalan lalu lintas orang bunian kebenaran….. dan juga ada pohon rindang yang mungkin mereka suka istirahat sambil berteduh. Bagi orang yang memiliki kemampuan indra ke 6 tentu akan heran karena di depan rumahku sering terlihat mobil-mobil mewah.. namun kendaaraan mereka tak terlihat secara kasat mata. Tetapi mereka semua bisa berwujud secara fisik.. karena sudah rahasia umum jika di kota Ketapang kadang kala mereka sering mewujudkan diri di kota. Maka sangatlah aneh disaat bulan puasa atau menjelang lebaran dan hari besar lainnya.. tiba-tiba pusat perbelanjaan bahkan jalan-jalan menjadi sangat padat padahal kalau dihitung hitung seberapa lah besarnya kota ketapang ini dan penduduknya tidaklah seramai kota propinsi. Tentunya akan mengundang banyak pertanyaan bagi orang yang masih awam…. akan tetapi bagi masyarakat Ketapang sudah terbiasa jadi tidak heran lagi.

Kadang orang kebenaran yang bertamu ke rumah Ardi ada yang minta ijin untuk menunaikan sholat di rumahnya karena mungkin kemalaman atau terlambat pulang pada waktunya… walaupun mereka tahu jika Ardi beragama non muslim.  Orang kebenaran itu mempunyai agama bermacam-macam sama dengan manusia di dunia mayoritas agama mereka tergantung pada daerah atau negara yang ditempatinya. Saat lebaran Ardi sering bersilahturahmi ke Padang 12 dan juga hari besar lainnya… begitu juga sebaliknya saat Ardi merayakan hari besar agamanya.. mereka juga bersilahturami ke tempat Ardi.

Tanggal 20 Desember 2010 saat Ardi kembali ke kota Solo untuk menjenguk ibuku yang sakit agak lama..  Ia di Solo karena harus mengurus ibunya yang sedang sakit..  karena lama akhirnya ia merayakan hari besar agamanya dengan kedua orang tua Ardi di Solo.. Sedangkan istri dan ke dua anaknya merayakan di Ketapang. Untuk sementara waktu Ardi berpisah dengan istri dan anak-anaknya.

Setelah kesehatan ibunya sudah mulai membaik, Ardi memutuskan untuk pulang ke Ketapang pada tanggal 28 Desember,.. dan sesampainya di Ketapang Ardi melepas rindu dengan keluarganya. Saat telah santai dan sambil duduk-duduk, Istri Ardi bercerita tentang kejadian pada tanggal 26 Desember saat banyak tamu di rumahnya.

“Pak, saat itu…. ada tamu aneh dirumah kita ?”

Begitu mendengar kata” Aneh” langsung telinga Ardi berdiri seperti ada hal lain tetapi belum jelas. Ia berkata-kata dalam hatinya.

“Apa maksudnya ?”

Istrinya melanjutkan ceritanya kepada Ardi..

“Yang datang ke rumah kita itu tamunya banyak sekali.. diluar dari perkiraan. Kita yang sudah menyiapkan makanan bahkan malamnya aku (istri Ardi) menyuruh pembantu kita untuk membeli makanan lagi”. Cerita istri Ardi.

Setelah mendengar cerita istrinya Ardi bertanya..

“Apakah pak  Rasyidi, Ardo, Abu-abu, Hikram dan teman kantorku datang juga ?”

“Ah kalau itu sih saya hafal dengan mereka dan mereka pasti datang semua, hanya yang aneh bagiku banyak tamu mencari Bapak (Ardi).. Cuma saya tidak kenal siapa mereka dan sepertinya mereka bukan orang atau penduduk ketapang,.. siapa ya mereka, pak.. ? Bahkan ada pak Ustadz dengan istrinya berkunjung ke rumah kita ...” Sahut istrinya.

Mendengar kalimat yang ke dua hati Ardi agak tenang dalam bathinnya itu mungkin pak ustad yang istrinya teman kantornya. Tetapi hatinya mulai ragu mengapa tahun kemarin tidak seramai tahun ini ?
Keesokan harinya ia bertemu dengan teman kantornya yang suaminya seorang Ustadz.

“Maaf, Pak Ardi kami pada tanggal 26 Desember tidak bisa bersilahturahmi ke rumah bapak.. karena saat itu kami berada di Pontianak.. “, sapa temannya saat bertemu sambil si teman itu menyalaminya.

Ardi terkejut..  namun ia tetap menampakkan wajah biasa dan tersenyum…. lalu siapa tamu-tamunya yang bahkan ada seorang pak Ustadz ? Padahal pak ustadz yang dikenalnya hanya satu itu saja yang menjadi suami temannya itu…..

Dua hari Ardi tidak bisa tidur tenang karena cerita dari istrinya juga temannya…. apalagi kata tetangganya yang bertamu di rumahnya membawa mobil mewah-mewah yang jarang terlihat di kota Ketapang.. cerita dari tetangga semakin menambah risau hatinya karena penasaran siapa yang datang. Mungkin karena baru pulang dari Jawa ditambah mendapat cerita yang aneh membuat Ardi lupa dengan pendamping nya sehingga terlupa juga untuk berkomunikasi  batin dengan mereka.

Rabu siang jam 13.30 Ardi bertamu ke rumah Rasyidi, saat bertamu beliau sempat menyalaminya karena telah merayakan hari besar agama. Kemudian Ardi mulai menceritakan kejadian yang dialami istrinya. Rasyidi hanya tersenyum-senyum dan berkata….

“Alhamdulilah itu rejeki dari Allah…”

“Maksudnya apa pak ?” Tanya Ardi

“Apabila rumah kita didatangi banyak tamu berarti itu adalah rejeki untuk tuan rumah..”, jawab Rasyidi.

“Wah, kalau itu saya tau Pak..”, sahutku. “Hanya mengapa istri bahkan tetangga saya terheran-heran dibuatnya… bahkan saya sendiripun masih bertanya-tanya dalam hati “.

“Hehehe… yang datang ke rumah Pak Ardi itu adalah orang bunian kebenaran…” Jawab Rasyidi.

Lama ia berpikir seperti orang bingung…..mendengar penjelasan dari Rasyidi. Rasyidi menjelaskan lagi kepada Ardi..

“Karena pak Ardi banyak bersilahturahmi ke alam bunian kebenaran.. maka merekapun akan membalasnya pula, itulah aneh tapi nyata tetapi semua itu adalah rahasia ALLah SWT. Saya pun waktu lebaran juga begitu... Dan ciri khas mereka adalah mereka akan menampakkan diri/ berwujud kepada orang yang tidak tahu akan mereka.. kalau dengan yang sudah tahu itu jarang.” Kata Rasyidi.

Ardi mulai faham.. pantas lah di saat ia tidak ada (saat di jawa) mereka mewujudkan dirinya kepada istri dan tetangganya yang belum kenal mereka. Pikir Ardi dalam hati..

-------------------------------------

Demikian lah cerita Ardi kepada Abu Abu mengenai perjumpaan nya dengan Manusia Bunian Kebenaran..
Mudah-mudahan masih banyak lagi yang dapat diceritakan pengalaman dari Pelaku Kisah Bunian yang lain yang disampaikan dalam bentuk cerita agar para pembaca juga mengetahui keberadaan kita sebenarnya tidak sendiri.. bahwa masih ada manusia lain yang juga hidup dalam tatananan kehidupan seperti kita disini….
Salam kami kepada para pembaca yang budiman..

Rabu, 18 April 2012

SERI KISAH BUNIAN : HIDUP SERUMAH DENGAN KELUARGA JIN / LIVING AT HOME WITH JINN FAMILY



Suara panggilan HP terdengar berkali-kali yang terletak diatas meja makan. Tak lama seseorang lelaki berwajah keras dan bermata tajam terlihat tergopoh-gopoh mengambil HP tersebut dan terdengar percakapan :
“Assalamualaikum, selamat sore pak..”, terdengar sebuah suara dari dalam HP.
 “Waalaikumsalam, selamat sore juga.. dari mana pak?” Rasyidi menjawab salam si penelpon.
“Saya Ronggo, pak. Tinggal nya di Desa Kalinilam. Mohon maaf, ini betul pak Rasyidi ?” Tanya suara dari handphone yang menyebutkan namanya sebagai Ronggo.
“Benar, pak. Saya Rasyidi. Ada perihal apa pak Ronggo mencari saya ?” Ujar Rasyidi ingin mengetahui kenapa pak Ronggo menghubunginya.

Pak Ronggo menghela nafas, seolah berusaha melepaskan beban selama ini yang menjadi fikirannya. Kemudian ia bercerita kepada Rasyidi melalui handphone, “kami sudah cukup lama membangun rumah di tanah warisan orang tua saya. Dulu tanah tersebut adalah tanah kosong yang di tumbuhi pohon besar dan semak, saat saya dipindahkan tugas ke Ketapang tanah itu diserahkan kepada saya untuk selanjutnya didirikan sebuah rumah tinggal. 

Setelah rumah itu selesai, kami pun menempatinya sekeluarga. Tidak ada hal yang aneh selama menempati rumah baru berdiri, segala adat istiadat dan tatacara dalam menempati rumah barupun telah kami lakukan. Sebulan berselang barulah kami mengalami kejadian aneh-aneh. Semula hanya bayangan-bayangan saja, kami sudah terbiasa dalam pikiran mungkin itu hanya bayangan pohon atau bayangan lain. Selanjutnya mulai terasa mengganggu adalah kami mulai sering bermimpi buruk, bahkan lebih aneh lagi pernah kopi saya baru saja sedikit diminum mendadak air kopi itu habis dengan sendirinya seolah ada yang meminum padahal saya masih duduk disitu. Ada kejadian lagi yang membuat kami sekeluarga bingung.. makanan dan minuman dirumah sering hilang atau habis tanpa ada kami yang memakannya dan akhir-akhir ini anak saya yang bersekolah di SMK sering demam tanpa sebab. Suasana rumah kami pun serasa aneh dan menyeramkan. 

Menurut beberapa tetangga disekitar kami mungkin penyebab nya adalah dulu tanah kami adalah merupakan tanah kosong. Saya berpikirpun seperti yang disampaikan oleh para tetangga, hingga kami berupaya dengan memanggil beberapa orang pintar atau paranormal, tetapi masih juga sering terjadi hingga ikhtiar yang kami lakukan terakhir kemarin  adalah melakukan pengajian di rumah. Walaupun demikian sampai saat ini kejadian aneh masih sering terjadi, tetapi itu upaya yang hanya bisa saya lakukan. Kebetulan di dekat Bandara ada keluarga saya yang  tinggal disana dan bercerita tentang kejadian yang ada di rumah saya. Oleh si tetangga tersebut menyarankan untuk menghubungi pak Rasyidi, karena dulunya pak Rasyidi pernah menolong anaknya yang sering nangis tanpa sebab. Sehingga saya mencoba dan berikhtiar mungkin dengan pak Rasyidilah mudah-mudahan berjodoh untuk mengobati rumah kami ini.”  Panjang lebar cerita dari pak Ronggo kepada pak Rasyidi mengenai permasalahan yang menimpa keluarganya.

Rasyidi manggut-manggut memahami jalan cerita yang dialami oleh pak Ronggo, dari hubungan melalui handphone tersebut ia mampu menampilkan suasana rumah pak Ronggo bahkan dapat melihat lawan bicaranya itu. Bagaikan gelombang televisi saja gambar rumah itu langsung tampak didepan mata Rasyidi. Ruang demi ruang rumah pak Ronggo dijelajahinya hingga tampak lah beberapa sosok mahluk halus yang mendiami rumah itu.

“Baiklah, pak..” Rasyidi berkata setelah memahami kondisi rumah pak Ronggo dan melanjutkan kalimatnya, “ lepas shalat Isya saya akan mampir di rumah pak Ronggo ”.
“Terimakasih pak Rasyidi !“, Pak Ronggo tersenyum setelah mendengar kesediaan Rayidi untuk datang ke rumahnya, ia berkata, “Jika demikian saya akan bersiap-siap untuk nanti malam, sehingga apa yang diperlukan telah ada. Jika boleh saya tahu kira-kira apa yang harus disiapkan pak untuk nanti malam ?” Biasanya sepengetahuan pak Ronggo, selalu ada yang harus dipersiapkan berkaitan dengan mahluk halus, bisa saja jajanan pasar, bunga 7 warna atau 3 warna, paku atau menyan dan lain-lain yang kadang penyebutan nya macam-macam.

Rasyidi berkata melalui handphone kepada pak Ronggo, “ah, saya tidak perlu apa-apa pak. Paling yang saya perlukan tentu ada di dapur rumah bapak ”.
“Ah, benar begitu, pak?” Pak Ronggo masih belum percaya.
“Benar, pak. Bapak jangan berfikir yang rumit, sesuatu semua dengan doa. Bapak tunggu saya saja di rumah.”
“Baiklah pak Rasyidi, sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih atas kesediaannya untuk membantu saya sekeluarga”, ujar pak Ronggo, terlihat dari raut wajahnya. Ia sangat berharap bisa menemukan orang yang cocok dapat mengatasi masalah dalam rumah nya.
“Sama-sama, pak. Saya hanyalah manusia biasa yang berdoa memohon bantuannya agar diizinkan sebagai perantara dalam permasalahan rumah bapak”, Rasyidi pun ikut tersenyum dan menjelaskan posisinya kepada pak Ronggo.
“Iya pak Rasyidi, saya faham. Jika demikian saya tunggu kehadirannya dan mohon maaf mengganggu waktu bapak. Assalamualaikum..!”
“Waalaikumsalam Wr. Wb. Pak Ronggo ”, Rasyidi membalas salam dari pak Ronggo.

Malam harinya selepas Isya dirumah Rasyidi kedatangan 2 orang temannya yaitu Ardo Karyadi dan Ardi. Mereka berdua memang sering bermain ke rumah Rasyidi sejak pertemuan beberapa saat lalu. Rasyidi bercerita tentang kejadian di rumah pak Ronggo kepada Ardo dan Ardi. Setelah mendengar cerita dari Rasyidi, kedua nya minta diizinkan untuk dapat menemani Rasyidi ke tempat tinggal pak Ronggo. Rasyidi pun menyanggupinya. Tak berapa lama mereka bertiga pergi menuju rumah pak Ronggo di Desa Kalinilam.

Perjalanan menuju rumah pak Ronggo ditempuh dari tempat Rasyidi hanya 15 menit, tidak terlalu jauh karena diketapang tidak semacet dan seramai Jakarta atau kota besar lainnya. Mereka sudah ditunggu oleh pak Ronggo sekeluarga. Saat bertemu dengan Rasyidi, Ardo dan Ardi sang tuan rumah Nampak terkejut. Dalam pikiran pak Ronggo yang namanya pak Rasyidi usianya sudah tua dan ternyata masih muda begitu juga dengan Ardo dan Ardi. Ada terbersit dalam lintasan pikirannya, apakah benar pak Rasyidi ini mampu membantunya mengusir yang mengganggu dalam rumahnya ini ? Gelombang pikiran pak Ronggo walau hanya selintas secepat kilat namun seperti sinyal yang dapat ditangkap dan terbaca oleh Rasyidi.

“Saya sebelumnya mohon maaf pak, jika saya tidak seperti yang bapak bayangkan “, Rasyidi berkata sambil tersenyum. Namun pak Ronggo langsung agak memerah wajahnya. Tidak dikira oleh nya, bahwa pikirannya terbaca oleh Rasyidi. Tetapi itu malah membuat ia menjadi yakin akan kemampuan Rasyidi. Dengan agak gugup ia pun berkata, “sa.. saya.. ehem.. justru minta maaf telah meragukan bapak”.
“Ah, tidak apa-apa pak”, ujar Rasyidi. Ia bertanya kepada sang tuan rumah, ”boleh saya ke ruang tengah rumah pak?”
“Silahkan, silahkan pak!” pak Ronggo segera berdiri dan mengajak ketiga tamunya menuju ruang tengah. Mereka pun mengikuti pak Ronggo dan kemudian duduk bersila di ruang tengah bersama dengan keluarga kecil itu.

Setelah duduk bersila Rasyidipun mulai membuka mata bathinnya, demikian juga Ardo dan Ardi yang juga memiliki mata bathin. Dalam pandangan mereka terlihat ada 3 mahluk jin berdiri disudut ruang tengah rumah. Jin tersebut terdiri atas seorang istri dan anak, bentuk tubuh dan wajahnya menyerupai manusia dan tidak seram. Rasyidi mengucapkan salam melalui bahasa bathin kepada Jin lelaki, “Assalamualaikum, jin yang menempati rumah ini !”
“Waalaikumsalam wahai umat Nabi Muhammad “, Jin itu menjawab salam dari Rasyidi. Ternyata Jin itu dapat menjawab salam dari Rasyidi. Jin itu kemudian berkata lagi, “Apa yang membuat mu datang kemari dan bolehkah aku tahu siapa nama yang diberikan ibu bapakmu wahai manusia?”
“Aku yang diberi nama oleh ibu bapak ku dengan nama Rasyidi, aku datang kemari diminta tolong tuan rumah ini pak Ronggo.. yang merasa terganggu oleh karena melihat kamu. Siapakah namamu yang biasa engkau sering dipanggil ?” Rasyidi menanyakan nama jin itu.

“Namaku Reiwe Bloh. Hal ini bukan karena kusengaja Rasyidi, kami juga satu keluarga sudah lama sebelumnya tinggal di tempat ini sebelum didirikan rumah tinggal oleh pak Ronggo. Salahkah kami juga tinggal disini, Rasyidi?” Jawab Jin itu yang selanjutnya kembali bertanya kepada Rasyidi.
“Tidak salah kalian tinggal dimanapun dimuka bumi ini, Reiwe Bloh. Tetapi Manusia lah yang ditugaskan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menjadi Khalifah di muka bumi ini. Dengan tidak meninggalkan tatacara dan adat istiadat yang berlaku, manusia telah meminta kalian pindah. Bukankah demikian yang telah dilakukan oleh pak Ronggo sekeluarga?” Rasyidi berkata sambil menatap jin yang bernama Reiwe Bloh itu. Sedangkan yang ditatap hanya bisa tertunduk. Sambil terangguk-angguk seolah membenarkan perkataan Rasyidi, Reiwe menoleh kebelakang dimana isteri dan anaknya berdiri.

Reiwe tahu dan sangat mengerti, ia sendiri beragama Islam mengikuti agama leluhurnya. Disekitarnya rata-rata tinggal kelompok jin yang beragama Islam tetapi ada juga yang beragama lainnya. Jin yang kafir juga sangat banyak dan mereka lebih banyak tinggal didaerah tepi pantai atau muara sungai yang banyak dikenal oleh masyarakat kota Ketapang dengan nama Hantu Laut. Banyak manusia yang juga bekerjasama dengan jenis jin hantu laut ini untuk berlayar atau melaut mencari ikan. Bila ada badai para hantu laut ini lah yang membantu memainkan perahu para nelayan agar tidak tersapu badai. Kadangkala sering juga para hantu laut membantu para majikannya untuk mendapatkan ikan bila tak ada musim ikan. Namun baik manusia yang bekerja sama dengan para jin Hantu Laut dan Reiwe sendiri pasti tahu akibatnya, jika si manusia itu mati maka jasadnya akan diambil si Hantu Laut untuk dibawanya ke sebuah pulau di wilayah kecamatan Kendawangan. Apakah si manusia itu dijadikan apa, Raiwe tidak ingin tahu karena ia sendiri takut akan kekejaman dari jin Hantu Laut.

Reiwe Bloh sebenarnya sudah memahami bahwa pak Ronggo sudah melakukan tata laku dan cara untuk kepindahannya dari tanah tempat tinggalnya yang sudah menjadi rumah manusia. Namun ia merasa betah karena setelah dibangun rumah tinggal manusia (pak Ronggo sekeluarga) hawa atau energi disekitarnya tambah sejuk karena pak Ronggo dan keluarganya taat beribadah dan selalu berdoa kepada Allah SWT. Namun anaknya Reiwe memang bandel, sering usil karena masih anak-anak… jika diingatkan selalu diulanginya lagi. Benar yang dialami oleh pak Ronggo sekeluarga, anaknya itu sering bercanda dan menghabiskan makanan maupun minuman yang ada di rumah pak Ronggo. Terakhir anak pak Ronggo sering demam karena anak Reiwe suka dengan anak pak Ronggo dan dianggap sebagai kakaknya, tetapi anak pak Ronggo tidak mengerti sehingga ia ketakutan akhirnya sering demam.

Rasyidi kemudian melihat keluarga pak Ronggo yang ikut berkumpul, kemudian ia berkata, “Apakah ada yang ingin melihat jin yang tinggal di rumah ini ?”
Semua saling pandang memandang, perasaan mereka bercampur aduk ada yang ragu-ragu, takut tetapi ada juga yang mau tetapi takut. Akhirnya istri pak Ronggo mencoba memberanikan diri, rasa penasarannya ternyata lebih besar dari rasa takutnya. Ia ingin melihat jin yang sering menghabiskan makanan dan minuman di rumahnya itu.
“Biarlah saya yang ingin melihat nya pak..”. Sahut bu Ronggo.
“Sanggupkah Ibu melihat Jin itu?” Tanya Rasyidi kembali, kemudian ia lanjutkan kalimatnya, “jika sanggup silahkan ibu berwudhu sebelum saya transfer penglihatan gaib saya kepada ibu”.
Bu Ronggo pun bergegas untuk melakukan Wudhu seperti yang diminta oleh Rasyidi.

Tak lama muncullah bu Ronggo setelah melakukan Wudhu.
“Silahkan ibu duduk bersila didepan saya..”, Rasyidi berkata, kemudian bu Ronggo pun beranjak  dan duduk bersila di depan Rasyidi. Hati nya agak berdebar-debar.
“Santai saja bu. Bernafaslah dengan teratur dan pejamkan mata sambil membaca “Laila Ha Illalah” berulang-ulang”, Rasyidi mulai memberikan sugesti kepada bu Ronggo dan ia pun mengikuti apa yang disarankan kepdanya. Nafaskan yang tadi menderu karena berdebar perlahan-lahan mulai normal dan stabil.
Rasyidi kemudian berdiri dan ia berdoa memohon izin kepada Allah Yang Maha Kuasa agar diperkenankan mentransfer penglihatan gaib kepada bu Ronggo untuk melihat jin yang ada di rumahnya hanya sementara saja. Tangan nya kemudian memijit beberapakali dengan jempol kanan dan selanjutnya mengusap mata bu Ronggo.

“Coba dibuka matanya bu dan pandanglah yang ada di depan..”, Rasyidi meminta bu Ronggo melihat kedepan nya. Sungguh tak disangka nya, dan ia pun tak siap melihat sosok jin itu.. karena dalam pandanngan matanya ada 3 Jin yang berdiri disudut ruang tengah rumahnya. Bu Ronggo memang belum siap melihat yang kasat mata walaupun bentuk jin itu tidak menyeramkan tetapi tetap berbeda dengan bentuk manusia. Ia tak mengira selama 24 jam setiap hari mahluk itu tinggal bersamanya dan dia tidak tahu. Tubuh bu Ronggo gemetaran dan cepat ditutup matanya dengan kedua telapak tangan agar tidak melihat perwujudan dari jin tersebut.

“Pak.. pak.. to.. tolong saya pak.. saya tak mau melihatnya lagi “, bu Ronggo berkata-kata dengan tergagap meminta agar tidak melihat sosok jin dirumahnya. Dengan sigap Rasyidi pun menarik penglihatan gaibnya pada bu Ronggo dengan cara mengusap wajahnya sekali saja.
“sudah bu.. ibu sudah tidak dapat melihatnya lagi”. Rasyidi tersenyum melihat tingkah bu Ronggo yang ketakutan, suaminya terlihat cemas juga. Ia menghampiri istrinya dan membimbingnya untuk duduk didekatnya.

Rasyidi duduk bersila kembali dan kemudian ia berbicara dengan jin Reiwe Bloh. Sedang bu Ronggo masih ditenangkan oleh suaminya sambil mengurut-urut tangan bu Ronggo untuk memberikan ketenganan agar menjadi kembali santai.
“Hai Reiwe Bloh, engkau sudah lihat bagaimana mereka takut melihatmu. Pindah lah engkau sekeluarga dari rumah ini”. Rasyidi berkata sambil matanya menatap tajam pada Reiwe Bloh.
“Baik Rasyidi, aku mau pindah tetapi aku minta syarat!” Sahut Reiwe Bloh.
“Aku tak dapat memberimu apa-apa padamu Reiwe Bloh. Aku hanya dapat memberi mu air laut!”
“Aku terima, Rasyidi!” Reiwe Bloh menjawab. Air laut hanya sebagai tanda saja untuk mengiringi ia pindah beserta keluarga nya, sama seperti manusia jika ingin pindah rumah.

Rasyidi kemudian meminta kepada tuan rumah untuk disediakan segelas air putih yang di beri garam sehingga terasa asin bagaikan air laut. Pak Ronggo bergegas memenuhi permintaan tersebut, sedang istrinya masih lemas karena masih shok melihat perwujudan jin itu. Tak lama dengan tergopoh-gopoh pak Ronggo memberikan air garam kepada Rasyidi. Kemudian oleh Rasyidi air itu dibacakan doa sebagai penghantar pindah jin Reiwe Bloh sekeluarga dari rumah pak Ronggo. Setelah itu air tersebut diletakkan ditengah-tengah ruangan itu.

“Sllahkan Reiwe..!”, Rasyidi mempersilahkan Reiwe untuk meminumnya. Ardi dan Ardo yang selama ini diam saja dan melihat apa yang terjadi didalam ruangan itu mulai bereaksi berjaga-jaga. Ardi terlihat santai tetapi waspada, sedangkan Ardo terlihat tegang dengan tangan terkepal. Mungkin gaya masing-masing jika dalam suasana kritis. Karena bisa saja jin itu menolak dengan mendadak, sehingga Ardo dan Ardi bersiaga.

Jin Reiwe Bloh dan keluarganya beranjak mendekati air yang telah disediakan oleh Rasyidi, mereka meminum air itu secara bergantian. Setelah meminum mereka duduk bersila didepan Rasyidi. Dengan gerakan tangan Rasyidi melakukan gerakan memutar tiba-tiba tangannya menjangkau tubuh jin Reiwe Bloh, Istri dan anaknya… satu persatu mereka lenyap terhisap oleh tangan Rasyidi. Ternyata Rasyidi memasukkan mereka ke dalam tubuhnya. Namun sebelum mereka ditarik, Rasyidi telah meminta pendamping nya untuk keluar dari tubuhnya, karena jika masih ada pendamping dalam tubuh Rasyidi tentu jin Reiwe Bloh tak dapat ditarik masuk.

Rasyidi kemudian berdiri, ia beranjak keluar dengan diikuti oleh Ardo dan Ardi, ia berjalan keluar rumah dan berjalan kea rah sebuah pohon yang agak besar dipinggir jalan besar dekat rumah pak Ronggo. Tangan nya ditempelkan kepada pohon tersebut, maka pindahlah jin Reiwe Bloh di pohon tersebut. Sejak saat itu Jin Reiwe Bloh pun memang tak pernah datang lagi ke rumah pak Ronggo. 

Rasyidi bersama teman-temannya kembali ke rumah pak Ronggo dan duduk kembali di ruang tengah dan  menikmati kopi yang telah disediakan oleh tuan rumah. Pak Ronggo kemudian bertanya kepada Rasyidi apakah rumah nya sudah terbebas dari jin tersebut. Rasyidi pun menceritakan apa yang terjadi mulai dari awal hingga akhir. Setelah berbincang-bincang sejenak, mereka berpamitan untuk pulang kembali ke rumah Rasyidi.

Masih ditempuh selama 15 menit dari tempat pak Ronggo ke rumah Rasyidi. Mereka bertiga telah duduk kembali dan berbincang –bincang mengenai apa yang telah dialami tadi ditempat pak Ronggo. Tiba-tiba terdengar suara handphone Rasyidi… Ternyata ada yang meminta pertolongan nya malam itu juga.

Siapakah yang meminta pertolongan kepada Rasyidi ?
Ada permasalahan apa ? 
Apa yang akan dihadapi nya ?
Nantikan kisah nya… hanya di http://portalpurba.blogspot.com

Rabu, 28 Maret 2012

SERI KISAH BUNIAN : PERJALANAN ASTRAL KE TANAH TERLARANG / ASTRAL PROJECTION TO THE FORBIDDEN LAND




Cuaca sore ini sangat cerah, banyak yang hilir mudik berkeliling kota dengan sepeda motor ataupun sepeda namun sebagian orang yang senang jogging terlihat juga di Taman Tanjungpura Ketapang, Kalimantan Barat. Memang hari itu sinar matahari sudah tidak terlalu terik dan angin pun berhembus sepoi-sepoi membuat siapapun dihari itu ingin bersantai atau berolahraga.

Saat itu jam menunjukkan 16.00 sore, dirumah aku mulai bersiap-siap untuk jogging. Sepatu olahraga baru beberapa saat lalu kubeli disebuah toko sepatu ketika aku pulang dari jawa. Harganya pun masih terjangkau kantong, lumayan lah yang penting bisa buat ber olahraga. Rute jogging hari ini berkeliling kota saja, tetapi dari rumah aku cukup berlari-lari santai menuju Taman Tanjungpura. Mengenai olahraga, walaupun tubuh dan fisik ku kecil tetapi aku sangat menyenangi olahraga Tae kwon Do dan Jogging, di Tae Kwon Do saja aku masuk dalam pelatih tingkat Dunia sedang Jogging sih hanya olahraga biasa dan yang penting adalah aku bisa berkeringat.

Taman Tanjungpura, ramai yang bersantai disana. Kursi-kursi di warung minuman pun terlihat penuh dengan pengunjung, tua muda memenuhi taman itu. Disebelah tama nada lapangan sepak bola, juga dipenuhi para pecinta sepak bola. Aku melewati keramaian tersebut, namun tiba-tiba ada suara yang memanggil..
“Ardo..!! Ardo…!!”
Aku pun berhenti, sambil tetap berlari ditempat. Berbahaya jika mendadak berhenti jika sedang berlari dan akupun mencari-cari siapa yang memanggil namaku. Kota Ketapang ini tidak lah besar, siapapun bisa saling mengenal atu sama lainnya. Tentu saja aku tidak merasa enak jika ternyata ada teman, keluarga  atau bisa jadi tetangga yang memanggil tidak kupedulikan. Ternyata ada seorang lelaki paruh baya yang memanggilku di taman.

Dengan berlari-lari kecil aku menghampiri orang yang memanggilku tersebut, aku tidak mengenal yang memanggilku itu. Wajah nya cerah dan tersenyum, setelah berada didekat dengan orang tersebut seraya mengangkat tangannya ia mengucapkan salam, “Assalamualaikum..!”
“Waalaikumsalam, pak..!” Balasku atas ucapan salamnya tadi. Aku bingung juga aku merasa tidak mengenal bapak yang menyapaku, kusebut bapak karena usia nya sekitar 50 tahun an. Atau kah aku yang lupa dengan bapak ini ? Tapi aku tetap tersenyum sambil bersalaman.
“Bersantai kah di sore hari yang cerah ini, Ardo ?” Tanya si bapak masih tetap dengan senyumnya yang teduh.
“Ya, pak. Saya sore ini berolahraga agar dapat berkeringat dan sehat dan kebetulan cuaca juga bagus..” Jawabku.
“Dengan siapa Ardo berolah raga ?” Bapak itu masih bertanya ramah.
“Sendiri, pak.” Jawabku lagi. Kulihat bapak itu tersenyum dan mengangguk-angguk kan kepala nya. Kulanjutkan bertanya kepadanya, “Bapak tinggal dimana ?”
“Sekitar 60 km dari sini tempat tinggal bapak, Do..Kampung bapak namanya Kampung Dua Belas..”

“Lumayan jauh juga, pak “, aku teranggung-angguk seolah mengerti, selintas nama kampong bapak itu terasa akrab dalam ingatanku, selanjutnya aku berpikir bahwa Kampung Dua Belas adanya di Pesaguan atau Pagar Mentimun.
“Baiklah, Ardo.. silahkan melanjutkan olahraganya kembali, namun usahakan untuk tiba dirumah mu sebelum adzan maghrib.” Bapak itu mengingatkan ku dengan arif. Sangat perhatian dan seolah sangat akrab denganku, padahal aku masih bingung siapa bapak ini dan orangnya kurasakan ramah dan baik. Entah apa kah itu hanya perasaan tetapi itu lah sebenarnya saat bertemu dengan nya.
“Baik, pak.. terimakasih telah mengingatkan saya dan Insya Allah saya pun akan tiba di rumah sebelum adzan maghrib”.
“Assalamualaikum..” Salamku sambil tersenyum kepada bapak yang ramah itu.
“Waalaikumsalam, Ardo”. Balasnya kemudian.

Aku kemudian meninggalkan bapak itu melanjutkan olah raga, saat itu sudah jam 16.30 WIB. Namun saat berlari-lari itu, fikiranku melayang atas pertemuan dengan si bapak separoh baya bermuka cerah. Siapa dia ? Sepertinya dia sangat kenal dengan ku. Justru aku yang tak bisa mengingat kapan aku pernah bertemu dengan bapak tersebut.
Beberapa langkah aku berlari-lari kecil secara reflek kepalaku melihat kembali ke arah bapak tadi. Lho, ternyata orang tua itu tidak ada, akupun berhenti karena penasaran. Kuperhatikan sekeliling taman mungkin orang tua tersebut ada diantara pengunjung taman lainnya. Puas ku cari dengan mata, bapak tersebut memang tidak ada. Ku geleng-geleng kan kepala karena merasa aneh, padahal jika dihitung dengan waktu hanya tidak sampai 1 menit lalu baru kutinggal kan. Akal sehat ku serasa tidak sampai menemukan jawaban, kenapa secepat itu si bapak itu hilang tidak nampak terlihat lagi.
Kemana perginya si bapak itu ? Tapi sudah lah, fikirku. Aku harus melanjutkan olah raga dan harus pulang sebelum terdengan adzan maghrib.

Akhirnya memang betul Ardo sampai di rumah nya sebelum adzan maghrib dengan membawa rasa aneh pada pertemuannya dengan seorang bapak separoh baya yang seolah-olah sangat mengenalnya. Jadi siapakah bapak itu sebenarnya ? Pertanyaan itu masih menggantung dalam pikirannya.

Setelah itu Ardo mandi dan tak lama terdengar suara Adzan berkumandang memanggil umatnya untuk beribadah. Ia pun mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat maghrib dan dilanjut kan sholat Isya disebuah masjid dekat dengan rumah nya. Ardo memang terbiasa sholat Maghrib dilanjutkan dengan sholat Isya di masjid. Setelah selesai Ardo pulang ke rumah. 

Ardo memang jarang bermain-main dengan teman sebayanya, jika malam hari selalu menghabiskan waktunya dengan menonton televisi atau membaca buku-buku. Malam itu setelah selesai sholat, makan dan menonton televisi, ia membaca buku-buku tentang agama sambil tidur-tiduran di kamarnya. Tanpa terasa matanya pelan-pelan tertutup, Ardo tertidur dan buku bacaanya tergeletak begitu saja diatas badannya.

Didalam tidur sebenarnya sebagian dari tubuh halus nya bangkit dari tubuh kasar Ardo. Kemudian tubuh halus itu melayang keatas langit dan tak lama dalam sekejap melesat meninggal kan kota Ketapang menuju suatu kota yang terang benderang saat di malam hari. Sekejap kemudian tubuh halus Ardo yang dalam bentuk seperti ujud kasarnya tiba di kota tersebut. Ramai sekali orang-orang hilir mudik laiknya sebuah kota besar.

“Subhanallah..! Indah sekali kota ini…!” Ucap Ardo setiba di kota tersebut, karena dilihatnya bagaikan dongeng. Kota itu tertata rapi, tidak ada sampah sedikitpun yang berserakan dijalan. Padahal, kota itu bagaikan ibukota Jakarta yang ramai dan padat penduduknya. Namun tentang sampah jangan dibandingkan dengan kota yang disinggahinya ini.

Ardo masih dalam ke takjuban melihat suasana kota itu, karena selama pergi kemana-mana belum pernah dilihatnya seperti kota yang disinggahinya ini. Tiba-tiba terdengar ucapan salam dari belakang tubuhnya..
“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..!” Ardo memutar tubuhnya dan membalas salam..
“Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh..!”
Ternyata yang mengucapkan salam adalah bapak tua yang tadi sore ditemuinya di taman.
“Ooohh, jadi bapak tinggal di kota ini kah?” Tanya Ardo kepada bapak itu, setelah terlintas pembicaraannya dengan orang tua tersebut.
“Selamat datang Ardo..”, ujar si bapak itu dan berkata dengan wajah tertap cerah dan tersenyum ramah, “Ini adalah kota yang tersembunyi dari pandangan manusia biasa yang biasa disebut Tanah Terlarang..!”

Mendengar disebut Tanah Terlarang, Ardo pun tersentak kaget. 
“Siapa kah bapak ini sebenarnya..?” Ardo bertanya masih dalam takjub bercampur heran.
“Saya penduduk disini, di kota ini Do.. sama dengan kamu juga. Saya juga manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Kita hanya berbeda ruang dan waktu (Dimensi) saja..”
Lalu si bapak itu melanjutkan kalimatnya ke Ardo, “Kini sudah saatnya kamu pulang ke dunia mu, karena sebentar lagi akan di kumandangkan adzan Subuh”.
Ardo tersadar akan takjub dan herannya seraya berkata, “Baik pak. Saya akan kembali ke tempat saya. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..!”
“Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh..! Sampai berjumpa kembali, Ardo” Ucap si bapak itu.
Tak lama Ardo kembali melesat secepat kilat ke langit dan menuju ke tempat tinggal kembali ke ujud kasarnya.

Benar lah, tak lama terdengar suara adzan Subuh. Ardo bangun dari tidurnya. Ia duduk dipinggir ranjang sambil mengingat kejadian yang dialami yang dirasa dalam mimpi tetapi begitu jelas dalam ingatannya. Nanti Ardo akan berkunjung ke rumah pak Rasyidi untuk menanyakan tentang apa yang dialaminya itu. Ia pun beranjak bangun untuk menunaikan Ibadah Subuh nya.


Rabu, 21 Maret 2012

SERIAL AKHIR ZAMAN : DIARY OF DAJJAL



THE DIARY OF DAJJAL
judul asli: The Arrival
Karya: Noriagaa & Archenarh
Noriagaa&Arcenarh Production, Wakeup Project,
and Freedom2ou
Copy Right © 2009
Hak cipta dilindungi Undang-Undang
All Rights Reserved
Penerjemah: Kania Dewi & Endang Sulistiyowati
Editor: Faisal jindan & Murteza Asyatri
Pewajah lsi: Abu Zahra al-Habsyi
llusaasi Sampul: Indra Bayu
Cetakan I: Agustus 2009 - Syakban 1430
ISBN: 978-979-16777-4-5
PAPYRUS PUBLISHING
PA¥us
Kp. Kramat No. 66 Condet Jaktim
Post Adress Quick A. 012, Quick Copy Business Center
]1. Pasar Minggu No. 49 B
Jakarta Selatan - 12760
Email:papyrus _publishing@yahoo.co.id
distributor:
PT. Agromedia Pustaka
Bin taro Jaya Sektor IX, ]I. Rajawali TV Blok HD X No. 3,
Tanggerang- Jakarta.
Telp.: 021 7451 644 I 7458 911
Fax.: 021 7486 3332 I 7486 3334
email: pemasaran.agromedia@gmail.com
Web: http/ /www.agromedia.net
Jlka VCD rusak atau tidak dapat dibuka, Anda dapat menukarnya. Hubungi
Papyrus Publishing (0815 9756 151)

-------------------------------------

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Penerbit ..... 7
BAGIAN SATU
Bab 1: Investigasi Mata Satu ..... 1
Bab 2: Dasar-DASAR Kedatangan Dajjal
(Pembuktian dari Kitab Suci Al-Qur'an) ..... 9
Bab 3: Pengendalian Pikiran (Mind Control) ..... 15
Bab 4: Media yang Dikuasai Dajjal .... 29
Bab 5: Dajjal di Sekitar Kita ..... 35
Bab 6: Rahasia Arsitektur dan Skema Energi ...... 41
Bab 7: Pertarungan Energi .... 5153
Bab 8: Firaun Masa Kini .... 61
BAGIAN DUA
Bab 9: Tatanan Keduniawian Baru ..... 73
Bab 10: Sihir Musik ..... 81
Bab 11: Lady ln Red ..... 103
Bab 12: Citra Arab Yang Buruk dan Tanah
Yang Dijanjikan ..... 113
Bab 13: Fitnah Terhadap Islam ..... 123
Bab 14: Perang Media dan Perang Teror ..... 131
Bab 15: Kemunafikan Demokrasi ..... 139
Bab 16: Fen omena UFO ..... 14 7
Bab 17: Fenomena UFO Lainnya ..... 157
BAGIAN TIGA
Bab 18: Keberadaan Setan di Dalam Budaya Pop ..... 167
BAB 19: Materialisme dan Pertempuran
di Dalam Diri Kita ..... 173
Bab 20: Pelepasan Katup Penyumbat Kebebasan ..... 181
Bab 21: Ramalan Kedatangan Dajjal yang Sudah Dekat ..... 191
Bab 22: Pemimpin Dunia dan Praktik Pemujaan Setan ..... 205
BAGIAN EMPAT
Bab 23: Kebenaran yang Paling Berharga ..... 227
Bab 24: Penyusupan Terhadap Agama ..... 233
Bab 25: Kisah Mengenai Islam ..... 265
BAGIAN LIMA
Bab 26: Para Penjaga Gerbang ..... 287
Bab 27: Simbolisme 9/11 ..... 295
Bab 28: Man usia Be bas ..... 321
Bab 29: Kedatangan Al-Mahdi ..... 329
Bab 30: Kedatangan Dajjal Sang Anti-Kristus ..... 337
Bab 31: Kedatangan Nabi Isa Sang Mesiah ..... 347
Bab 32: Persatuan Antar Umat Manusia (Penutup) .. ... 355
Bab 33: Ucapan Terima Kasih ..... 367

-----------------------------------------------



KATA PENGANTAR
PENERBIT 




PUJI syukur kepada Allah (Swt) dan ucapan salam dan salawat kepada Nabi Besar Muhammad Rasulullah (saw) serta pujian dan keberpihakan kepada orang-orang saleh yang telah berjuang menegakkan agama yang lurus. Akhimya terbit juga buku ini yang selama proses pengerjaannya cukup menyita waktu kami semua. Tapi kami tidak menghiraukan seberapa lelah kami menyelesaikan buku asalkan pesan-pesan yang berada di dalamnya dapat menyebar terutama kepada saudara-saudara kita di Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei- sesame pengguna bahasa Melayu. 

Informasi yang terdapat di dalam buku ini bukanlah sebuah hal yang remeh-temeh atau main-main. Segala sesuatu yang terungkap di sini merupakan basil investigasi dua orang pemuda A~erika Serikat keturunan Arab-Archenahr dan Noriagaa-serta dibantu dan didukung oleh komunitas pembela kebenaran, baik itu dari kalangan muslim maupun non-Muslimnya. Termasuk juga kontribusi dari seorang sutradara muda-Abdullah Hashem-yang namanya sangat dikenal oleh kalangan muda di AS, terutama setelah dia berkali-kali muncul dalam acara Tv.

The Diary of Dajjal atau judul aslinya The Arrival adalah proyek mereka yang berkali-kali dalam beberapa bulan terakhir dibatasi aksesnya oleh segelintir orang yang tersinggung atau tidak mau terungkap identitasnya.

Informasi tentang Dajjal ini sebenarnya disajikan oleh kedua pemuda berjasa tersebut bukan hanya dapat dikonsumsikan untuk muslimin, namun lebih jauh dari itu, informasi ini sengaja ditujukan juga untuk orang-orang Kristen dan Yahudi itu sendiri. Oleh karena itu, penyebutan kata Dajjal sering kali dialiaskan dengan sebutan si Anti-Kristus. Itu semata-mata dilakukan agar orang-orang di luar Islam yang meyakini konsep Mesiah dan Anti-Mesiah, dapat mengambil beberapa pelajaran berharga. Sebutan sang Anti-Kristus pun terasa cukup mewakili untuk dapat dipahami oleh benak mereka.

Dajjal atau si Mata Satu adalah seorang makhluk Allah yang diberi tangguh untuk dapat berusia panjang dan menskenariokan segala konspirasi yang terjadi di dunia ini semenjak dahulu kala. Ia adalah sesosok manusia dengan kemampuan dan kecerdasan tinggi namun memiliki penentangan yang besar terhadap Sang Penciptanya. Di dalam buku ini, hasil investigasi telah membuktikan bahwa kejahatan yang dirancang oleh Dajjal selama ini telah luput dari pengamatan kita, bahkan secara tidak langsung kita telah ambil bagian di dalamnya. Beruntunglah, upaya kita itu tidak seperti apa yang dilakukan oleh pera pengikutnya di berbagai belahan dunia. Hasil investigasi ini, sungguh akan mencengangkan.

Selain itu, buku ini juga telah berupaya memberikan informasi berharga lainnya. Sebagaimana kita tahu, dunia sudah mengalami pergolakan besar. Baik dari di abad pertengahan, hingga zaman modern seperti sekarang ini, berbagai peristiwa besar meliputi jejak-jejak sejarah mulai dari perang salib, revolusi Prancis di Eropa, hingga kejatuhan Ottoman pasca-perang dunia pertama, dan berdirinya Negara Israel di abad kedua puluh.

Namun di an tara kita, masih saja ada orang yang tidak kasat mata tentang sepak terjang kelompok esoteris dan kaum Okultis yang terselubung di abad pertengahan. Mereka bergeliat di bawah tanah dengan membawa nama-nama seperti Rosy Cross (Rosencreutz), illuminati, Freemasonry, dan Knight Templar. Mereka berkomunikasi melalui simbol-simbol geometri, pesan-pesan tersirat dari karya sastra populer di masa itu dan juga melalui lukisan-lukisan ternama ataupun karya seni rupa lainnya. Pesan tersebut bisa berisikan tentang pemahaman esoteris atau gnostik ataupun bisa juga pemahaman terlarang yang telah diwanti-wanti dalam kitab suci agama-agama monoteis, yaitu ajaran hitam atau setan. Dahulu alkerni (ilmu kimia) dan sihir merupakan setali riga uang, kedua-duanya tak dapat dipisahkan. Begitu juga sains. Kesemuanya adalah satu kesatuan yang menuntun kita pada di sisi manakah pihak yang benar, dan di sisi mana pihak yang sesat dan batil.

Apakah sepak terjang mereka kini sudah berakhir? Apakah pesan-pesan subliminal tersebut kini sudah tak tampak lagi? Dan siapakah yang melanjutkan lembaran hitam sejarah organisasi gelap nan rahasia itu? Dalam buku ini, kami telah mengupas sekelumit fakta-fakta berikut dengan video yang kami sertakan untuk menyingkap rahasia terbesar mereka di masa kini. Di antaranya memuat konspirasi besar, dan diantara lainnya, juga memuat fakta yang dikenal oleh umum seperti peristiwa 11 September dan berbagai manuver-manuver kaum elit politik dan negara-negara maju dalam rangka membentuk tatanan negara baru di masa yang akan datang.

Dari pertanyaan di paragraf sebelumnya, kami berani menjawab iya, mereka masih bergeliat di ruang bawah tanah tersebut dan meneruskan ilmu-ilmu mereka yang telah berusia ratusan-bahkan ribuan tahun- itu untuk menyambut kedatangan sang 'Mesiah' yang mereka puja dari masa lalu. Sang juru selamat yang sudah menjadi pembahasan oleh agama-agama Abrahamic sejak dulu kala, mereka disebut AntiKristus dan Dajjal.

Kaum-kaum beragama, juga menunggu sang juru selamat mereka masing-masing. Jika Islam dengan Imam Mahdi-nya, Kristen dengan Yesus Kristus-nya, dan Yahudi dengan Moschiah-nya. Kini pertanyaan dari sekelumit keresahan kita belum berakhir, siapakah sang 'Mesiah' tersebut? Apa yang diinginkannya? Ini adalah pertanyaan yang akan menjadi pokok bahasan dalam setiap poin-poin yang diutarakan dalam buku ini. Sang Mesiah ini akan merepresentasikan dualisme kekuatan dunia ini nantinya, yaitu an tara baik dan jahat, antara yang terzalimi dan dizalimi, dan an tara yang haq dan yang bathil. kedatangannya tentu saja sudah dipersiapkan oleh masing-masing penerusnya. Dalam buku ini, kami mengutarakan dengan jelas persiapan kedatangan sang 'Ratu Adil' di antara dua sisi kaum yang akan saling berperang tersebut. Ini bukan cerita fiksi ala TheLordofTheRings karyaJRR Tolkien. Ini adalah perang nyata yang akan kita hadapi suatu saat nanti. Akhirul kalam, giliran kami yang bertanya kepada Anda : Kepada siapakah Anda akan berpihak?


(Bersambung...)
------------------------------









BAGIAN SATU

















BAB 1

INVESTIGASI MATA SATU





---------------------------------------------








BUKU ini akan menyelidiki kedatangan Dajjal, Imam Mahdi, dan kemunculan kembali Nabi Isa (as). Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad (saw) dikatakan,


"Aku memperingatkan kalian untuk melawannya (Dajjal)" dan tidak ada Nabi yang tidak memperingatkan umatnya untuk melawannya. Tapi aku akan mengatakan sesuatu yang belum pernah diungkapkan oleh para Nabi sebelumku. Kalian harus tabu bahwa ia bermata satu. Dan Allah tidak bermata satu" (Shahih Bukhari mengutip perkataan Muhammad Rasulullah Sallalw. alahi wa salam).
















Hampir semua kebudayaan sudah meramalkan kedatangan Dajjal. Umat Kristiani menyebutnya sebagai si "AntiKristus". Meskipun sebagian besar orang takut dengan hal itu, tapi tidak sedikit pula yang sudah mempersiapkan diri  selama ribuan tahun untuk mengadakan acara penyambutan.





Sambil menggelar karpet merah ...




Atau lebih tepatnya, menggelar karpet petak catur (checkered), dan rahasia ini akan kami jelaskan pada bab berikutnya. Tapi sebenarnya apakah tanda-tanda kemunculan si makhluk bermata satu itu?


Simbol mata satu (all-Seeing Eye) sudah ada sejak ribuan tahun lalu seperti contohnya simbol Ra yang terdapat dalam artefak-artefak peninggalan Mesir Kuno. Sejak abad pertengahan, mata satu kini terserap dalam simbol-simbol Freemasonry (perkumpulan rahasia) yang digunakan dalam ritual mereka, dan bahkan dapat dijumpai sekarang ini seperti mata uang dolar AS.



Dajjal merambah ke acara TV anak-anak.

Jika kita memperhatikan dengan jeli gambar dolar itu, maka akan tampak mata satu yang berjudul nuvo ordo seclorum yang pengertiannya akan dijelaskan pada bab selanjutnya. Jika Anda jeli, simbol ini dapat ditemukan di sekitar kita seperti gambar program televisi Nickeleodeon.



Ilustrasi Ra-Horakty


Gambar mata satu ini merupakan salah satu simbol Hieroglyph aksara Mesir Kuno) yang berarti Dewa Ra atau Re yang berarti Dewa Matahari. Ra merupakan dewa tertinggi dalam kebudayaan Mesir Kuno

karena supremasi kekuasaannya meliputi alam semesta. Fi.raun masa lalu menghiba diri mereka terhadap Ra atau Ra-Horakty (tatkala Ra dan Horus bersatu atau merupakan satu jiwa). Ilustrasi Ra dapat ditemukan dalam kitab-kitab sihir dan pagan pada masa itu, bahkan sekarang pun dapat terlihat jelas dalam penampakannya dalam uang dolar AS, simbol keagamaan, dan bahkan dalam perkumpulan rahasia seperti Freemasonry. 


Tanda-tandanya tidak hanya terbatas dalam ilustrasi mata satu, namun juga berupa bangunan fisik yang dibangun untuk melayani agenda mata satu, yaitu Sebuah Tatanan Dunia Baru yang lebih dikenal dengan New World Order. Salah satunya adalah Menara Babel di Babilonia.


Menara Babel yang dalam bahasa lbrani adalah Migdal Bavel, serta dalam bahasa Arab disebut Burj Babil merupakan bangunan raksasa yang dibangun di kota Babilonia. Menurut Alkitab, bangunan itu adalah manifestasi dari keangkuhan dan kepongahan manusia terhadap Tuhan.


Menara Babel didirikan di masa Kerajaan Babilon, tepatnya di bawah pemerintahan Raja Namrud. Bangunan itu didirikan sebagai bagian dari agenda Namrud untuk mencapai satu tujuan, satu pikiran, dan satu dunia di bawah pemerintahannya yaitu tepatnya sebagai New World Order. Menara Babel didirikan tidaklah untuk mengagungkan nama Allah (Swt). Namun, dengan niat untuk mengagungkan kesombongan manusia seperti yang dikutip dalam alkitab,


Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi." 
(Kejadian 11:4)

Jika kita membaca kitab kejadian pasal 9, maka jelaslah bahwa Babel merupakan kota yang dikutuk oleh Tuhan di mana dengan kemampuan-Nya, Tuhan memberikan azab dengan mencerai-beraikan mereka serta menghancurkan rencana jahat mereka,


Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacau-balaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.
(Kejadian 11:9)


Jika di masa lalu Menara Babel adalah simbol supremasi kekuatan jahat, maka di masa kini kita dapat melihatnya dalam rupa bangunan yang persis sama dengan Menara Babel ribuan tahun lalu.




Gambar ini adalah foto gedung Parlemen Uni Eropa. Uni Eropa dibangun dengan azas atau kepentingan yang sama dengan menara Babel, yaitu melayani kepentingan dunia baru (New World Order) dengan mempersatukan dunia Eropa ke dalam satu tujuan dan symbol supremasi Eropa terhadap dunia.

Bangunan Piramida juga termasuk sebagai bangunan yang digunakan untuk melayani kepentingan sang Anti-Kristus atau Dajjal. Seperti Piramida Giza di Mesir dan Chichen Itza yang merupakan produk peradaban bangsa Maya di Amerika Selatan.


Glass Pyramid - louvre Mousseum


Hard Rock Cafe di Kuwait yang sudah secara terang-terangan menggunakan
simbol Pyramida berbeda dengan Hard Rock Cafe lainnya di dunia


Kini, bangunan itu ada di mana-mana untuk membuktikan bahwa Dajjal berada di sekitar kita.








(Bersambung...)
------------------------------






SERI KISAH BUNIAN : KERAJAAN BAWAH AIR / HIKAYAT KANJENG RATU (SERI IV)

MENDUNG DI LANGIT PAJAJARAN (1) Pagi itu juga, Purgabaya Jalak Suta tak ingin berlama-lama meninggalkan Pajajaran. Tugas y...